
Banjir di jalan raya. (Jawa Pos Radar Bojonegoro)
JawaPos.com – Banjir masih saja mengancam sejumlah daerah di Jawa Timur (Jatim). Sepekan terakhir, misalnya, beberapa kota diterjang banjir bandang. Bojonegoro salah satunya.
Pantauan Jawa Pos Radar Bojonegoro, ada empat desa di Kecamatan Ngasem yang dilanda banjir bandang pada Sabtu (15/3) malam. Yakni Desa Wadang, Jampet, Barneg, dan Ngantru. Untung, sekitar pukul 03.30, ketinggian air mulai berkurang. ”Ini sudah ke empat kalinya banjir sebesar ini,” keluh Aulia Rahmah, warga Desa Wadang kemarin (16/3).
Dia melanjutkan, banjir kali ini lebih parah dibanding sebelumnya. Sebab, banyak rumah terendam, termasuk kediamannya. Aulia menceritakan, saat kejadian, banyak warga mengungsi ke tempat tetangga yang rumahnya lebih tinggi. ”Daerah sini rerata masih tanah rumahnya,” katanya.
Dikonfirmasi terpisah, Camat Ngasem Iwan Sopian menjelaskan, banjir terjadi sekitar pukul 21.00. Namun, dia menyebut tidak ada kerugian materi yang dialami warga.
Namun, di Kecamatan Kalitidu, seorang warga dilaporkan meninggal dunia saat menyelamatkan harta benda. Korban bernama Geng, 60, warga Dusun Kuce, Desa Leran.
Kapolsek Kalitidu AKP Saefudinuri menjelaskan, insiden terjadi saat Geng berusaha menyelamatkan stok gabahnya saat banjir datang. Dia meminta 12 sak gabah dengan dibantu istrinya. Selesai mengangkat gabah, korban terkejut melihat kandang sapi di depan rumahnya kebanjiran. ”Mungkin kecapekan dan melihat kondisi sapi yang menyisakan kepala saja, akhirnya syok lalu pingsan,” imbuhnya.
AKP Saefudin menambahkan, berdasar keterangan keluarga dan saksi, Geng memang punya riwayat sesak atau asma. ”Saat kejadian, korban hanya bersama istrinya di dalam rumah,” katanya.
Berdasarkan data BPBD Bojonegoro, banjir terjadi akibat intensitas hujan yang tinggi selama lebih dari satu jam. Hujan akhirnya membuat Kaligede meluap dan menggenani daerah sekitarnya. Ketinggian air di kawasan Desa Leran dan Ngujo, hampir setengah meter. ”Tapi airnya mulai surut pagi ini (kemarin pagi, Red),” ungkap Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bojonegoro Heru Wicaksi.
Selain merendam ratusan rumah warga, banjir juga menggenangi jalan poros desa, 10 hektare tanaman padi, dan 1 bangunan sekolah dasar.
Banjir juga merendam ratusan rumah di Kabupaten Madiun. Pantauan Jawa Pos Radar Madiun, ribuan warga kemarin bergotong royong bersih-bersih rumah. Banjir terjadi pada Sabtu (15/3) malam. Hujan deras dengan durasi lebih dari tiga jam mengakibatkan 500 rumah warga di enam kecamatan terendam banjir. ”Total ada sekitar 500 rumah terendam dan 2 ribu jiwa terdampak,” ungkap Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Madiun Boby Saktia Lubis.
Kondisi terparah ada di Kecamatan Madiun. Enam desa terendam dengan ketinggian air sekitar 60 sentimeter. Berikutnya Kecamatan Wungu (tiga desa), Balerejo (dua desa), Dagangan, Kare dan Wonoasri masing-masing satu desa. Ketinggian air 60 – 80 sentimeter. Sebagian besar wilayah banjir telah surut.
”Untuk Desa Garon dan Glonggong, Kecamatan Balerejo sampai saat ini masih tergenang tapi sudah bersangsur surut,” bebernya siang kemarin.
Kejadian banjir disebutnya murni akibat curah hujan yang tinggi. Hujan terjadi mulai sekitar pukul 16.00. Sungai-sungai akhirnya tidak mampu menampung debit air dan meluap hingga menggenangi permukiman warga. Pasca kejadian, petugas BPBD sempat ikut kerja bakti pembersihan rumah warga.
Ibnu Jafar, warga Desa Dempelan, menyebut jika genangan air mulai terlihat setelah Magrib. Perlahan ketinggian air meningkat hingga sepinggang orang dewasa. Akibatnya, air masuk ke dalam rumah. Perabotan rumah tangga pun iku terendam. ”Ini paling parah dari beberapa tahun terakhir,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Madiun Hari Wuryanto turun langsung memantau daerah terdampak banjir. Dia memantau di Kecamatan Wungu dan Madiun yang kondisinya paling parah. ”Kami ingin memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan bantuan. Situasi saat ini masih dalam pemantauan. Kami terus berkoordinasi dengan tim relawan dan BPBD untuk penanganan lebih lanjut,” ungkap Hari Wur, sapaannya. (yna/dan/odi/aan/oni)

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
