Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 15 Maret 2025 | 21.10 WIB

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Ngamuk Mau Penjarakan Pedagang, Videonya Viral di Medsos

Tangkapan layar video viral Dedi Mulyadi marah-marah ke pedagang. (YouTube/@KANGDEDIMULYADICHANNEL) - Image

Tangkapan layar video viral Dedi Mulyadi marah-marah ke pedagang. (YouTube/@KANGDEDIMULYADICHANNEL)

JawaPos.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendapat banyak sorotan belakangan ini. Semenjak menjadi orang nomor satu di Jawa Barat, mantan bupati Purwakarta itu melakukan sejumlah gebrakan kontroversi bagi masyarakatnya.

Mulai dari membongkar kawasan wisata baru di Puncak, Bogor, Hibisc Fantasy. Area wisata yang bahkan belum beroperasi itu dibongkar karena merusak ekosistem daerah puncak. Tidak sampai di situ, netizen dibuat kaget degnan aksi Dedi Mulyadi yang tiba-tiba nyebur ke sungai kotor penuh sampah saat aksi bersih-bersih bersama beberapa kepala daerah dan masyarakat.

Selain itu, dia juga membongkar bangunan-bangunan di pinggir sungai dan kembali mendapat atensi khalayak.

Karena aksinya yang berkaitan dengan bongkar-bongkar belakangan viral, video yang lama juga naik lagi. Salah satunya adalah video dirinya yang ingin memenjarakan pedagang di Pasar Leuwipanjang.

Video tersebut diunggah kembali oleh akun Instagram @pakarits. Dalam video terlihat Dedi Mulyadi menegur beberapa pedagang yang tidak tertib. Disediakan kios di dalam, tapi memilih berdagang di luar.

Dedi Mulyadi juga terlihat kesal lantaran pasar jadi terlihat kumuh. Pedagang yang disebut egois berjualan memakan trotoar untuk pejalan kaki bahkan hingga ke badan jalan.

"Badan jalan nih hak pejalan kaki, hak mobil. Pasar kan sudah dibangunkan, buka, buka, buka," kata Dedi Mulyadi meminta pedagang di pinggir jalan meminta pedagang nakal untuk membongkar lapaknya yang tidak sesuai.

Dedi Mulyadi juga terlihat marah ke pedagang yang membandel. Berjualan hingga tumpah ruah ke pinggir jalan, membuat daerah sekitar tersebut jadi macet. Dirinya meminta pedagang merapihkan sendiri lapaknya, atau jika tidak nurut, akan dibongkar.

Puncaknya adalah Dedi Mulyadi yang ngamuk ke seorang pedagang ayam potong. Sebab beberapa pedagang ayam potong berjualan di atas trotoar. Saat ditanya oleh Dedi Mulyadi apakah dia punya kios, si pedagang menjawab dulunya punya, sebelum akhirnya turun ke pinggir jalan.

Eh dasar si pedagang apes, nyeletuk kalau kiosnya sudah dijual. Hal tersebut menyulut amarah Dedi Mulyadi bahkan mengancam akan memenjarakan si pedagang ayam potong yang dalam video, terlihat sedang melayani pembeli.

Kenapa demikian, alasannya karena kios diberikan cuma-cuma oleh pemerintah kepada pedagang. Kenapa malah diperjualbelikan. Menurut Dedi Mulyadi, hal tersebut melanggar aturan, si pedagang bisa dipenjarakan karena mengambil uang yang bukan haknya.

"Kamu jual kios? Nggak, kamu jual kios. Catat namanya. Saya pidanain loh kamu. Ini kios dari pemerintah dia jual. Kita akan pidanain. Ini kios gratis dari pemerintah dia jual, kita pidanain, itu barang negara loh, nggak boleh dialihfungsikan, nggak boleh dipindah tangankan," kata Dedi Mulyadi emosi.

Dedi Mulyadi juga menyebut pedagang pasar tersebut setara dengan koruptor. Sebab, pedagang tersebut mendapatkan uang dari barang milik negara.

"Berarti bukan punya kamu. Itu punya negara, oleh kamu dipindahkan pada orang lain kamu terima duit. Berarti kamu terima duit negara. Kalau aparat, kamu korupsi," tegas Dedi Mulyadi ke pedagang tersebut.

Video tersebut merupakan video yang diunggah di akun YouTube pribadi Dedi Mulyadi sekitar tiga tahun lalu. Viral kembali lantaran dianggap relevan dengan keadaan saat ini yang mana dirinya gencar melakukan penertiban.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore