
Dokumen RUED yang diserahterimakan kepada Gubernur Provinsi NTT pada Selasa (11/3). (Istimewa)
JawaPos.com–Program MENTARI (Menuju Transisi Energi Rendah Karbon Indonesia) telah mendukung pemerintah Nusa Tenggara Timur untuk menghasilkan dokumen Rencana Umum Energi Daerah (RUED) Provinsi NTT 2025-2034.
Dokumen RUED yang diserahterimakan kepada Gubernur Provinsi NTT pada Selasa (11/3) akan menjadi referensi bagi pemerintah daerah untuk menentukan peta strategi dan kebijakan transisi energi rendah karbon yang adil dan inklusif di Provinsi NTT. RUED ini perlu menjadi perhatian di tingkat nasional karena berhasil mengintegrasikan prinsip gender, disabilitas dan inklusi sosial ke dalam rancangan dokumen.
Direktur Pembangunan Internasional Inggris untuk Indonesia Amanda McLoughin mengatakan, Program MENTARI adalah sebuah program kemitraan bilateral antara Pemerintah Indonesia dan Inggris. Bertujuan untuk mewujudkan transisi energi yang adil di Indonesia.
”Kami bangga bahwa program kemitraan MENTARI selama setahun dengan pemerintah NTT telah menghasilkan dokumen RUED pertama Indonesia yang mengintegrasikan prinsip-prinsip gender, disabilitas, dan inklusi sosial (GEDSI). Tonggak sejarah dalam kemitraan Indonesia-Inggris ini menunjukkan komitmen bersama untuk transisi energi yang adil, yang akan terus didukung Pemerintah Inggris melalui MENTARI,” ujar Amanda McLoughin.
Sementara itu, Team Leader MENTARI Julio Retana mengatakan, melalui program MENTARI ingin memastikan bahwa pembangunan rendah karbon di Indonesia bersifat inklusif dan adil. Salah satu pendekatan dengan melibatkan setiap tingkatan pemangku kepentingan, dari tingkat nasional hingga regional.
”Sehingga potensi ekonomi rendah karbon Indonesia yang signifikan dapat dimanfaatkan secara efektif,” terang Julio Retana.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena menekankan pentingnya kolaborasi dengan MENTARI. Kolaborasi dalam Program MENTARI ini telah sejalan dengan agenda pemerintah pusat dan pembangunan daerah Ayo Bangun NTT, serta Amanat UUD 1945 pasal 35 untuk memanfaatkan potensi besar energi terbarukan yang dimiliki NTT.
”Kami mengapresiasi secara positif pencapaian Program MENTARI yang menjadi contoh nyata dari pembangunan energi terbarukan yang mendorong perekonomian masyarakat. Kami berkomitmen akan terus mendorong Rancanangan Umum Energi Daerah menjadi peraturan daerah sebagai landasan umum untuk pembangunan energi yang lebih adil dan berlanjutan, serta dapat dimanfaatkan untuk seluruh masyarakat NTT,” kata Emanuel Melkiades Laka Lena.
NTT masih perlu mengejar tingkat elektrifikasi dengan memanfaatkan potensi sumber energi terbarukan. Untuk itu, pemerintah daerah terus berkomitmen untuk mendorong transisi ke energi bersih dan rendah karbon melalui berbagai kolaborasi. Pengesahan dokumen ini diharapkan dapat membantu Provinsi NTT dalam mengoptimalkan potensi energi terbarukan yang diperkirakan mencapai 26.190 MW, hampir sepertiga di antaranya berupa tenaga surya.
Sekretaris Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Sahid Junaidi mengatakan, pemerintah mengapresiasi implementasi program MENTARI melalui proyek demonstrasi yang telah berhasil membangun PLTS di Mata Redi dan Mata Woga. Tidak hanya di pembangkit listrik, asistensi yang diberikan Program MENTARI juga mencakup asistensi tata kelola kebijakan publik di Provinsi NTT.
”Kementerian ESDM akan terus mengusahakan Pembangunan energi yang andal dan berkelanjutan dengan memberikan fasilitas penuh untuk memenuhi kebutuhan energi daerah, khususnya dengan menyediakan akses energi yang merata dan layak untuk seluruh lapisan masyarakat,” terang Sahid Junaidi
Dia berharap kolaborasi pusat dan daerah semakin solid untuk menyediakan akses energi bersih bagi masyarakat di Nusa Tenggara Timur.
Selain sosialisasi dan penyerahan dokumen RUED, MENTARI juga memperkenalkan berbagai produk pengetahuan yang dihasilkan, sebagai gambaran kontribusi program terhadap transisi energi di Indonesia. Acara ini juga mencakup sesi refleksi melalui video Gender Action Learning for Sustainability, dengan menghadirkan women champion dari Desa Mata Redi dan Mata Woga, Sumba Tengah.
MENTARI juga telah membangun proyek percontohan model energi terbarukan yang dapat direplikasi di kawasan pedesaan, salah satunya adalah teknologi percontohan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 95 kWp dengan teknologi Smart Meter di Desa Mata Redi dan Mata Woga, Sumba Tengah.
Inisiatif ini telah mampu mengalirkan Listrik ke 238 rumah dan fasilitas publik lainnya serta memberdayakan BUM Desa yang telah berhasil memproduksi produk-produk desa unggulan menggunakan energi terbarukan dan masuk ke pasar nasional.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
