Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 26 Desember 2024 | 01.24 WIB

Polisi Ungkap Penyebab Kecelakaan di Tol Pandaan-Malang, Mesin Truk Over Heat dan Gangguan Sistem Pengereman

Kepala Polres Malang AKBP Putu Kholisi Aryana. (Ananto Pradana/Antara) - Image

Kepala Polres Malang AKBP Putu Kholisi Aryana. (Ananto Pradana/Antara)

JawaPos.com–Polres Malang mengungkap penyebab kecelakaan Kilometer (KM) 77+200 Jalan Tol Pandaan-Malang, Senin (23/12), karena faktor suhu mesin truk melebihi batas normal atau over heat dan gangguan sistem pengereman.

Kepala Polres Malang AKBP Putu Kholisi Aryana mengatakan kondisi mesin yang over heat menyebabkan truk tidak mampu menanjak dan berhenti di bahu jalan.

Truk itu mundur karena tidak kuat menanjak akibat over heat, kami sudah melakukan scan barcode dan hasilnya identik,” kata Kholis seperti dilansir dari Antara.

Kelebihan suhu pada mesin itu juga berdasar hasil pengecekan tim teknisi dari pihak produsen truk tersebut. Pada dokumen pemeriksaan tentang mesin, radiator, hand break, resevoir break, dan silinder rem, diketahui kendaraan yang saat kejadian sedang memuat pakan ternak seberat 11,2 ton mengalami kerusakan. Yakni terputusnya selang radiator dan gangguan kondisi rem.

Dia memaparkan dalam rentang periode Juli sampai Desember kendaraan tersebut sudah menjalani pemeriksaan tapi tidak secara menyeluruh. Hal itu dibuktikan dengan adanya kolom pemeriksaan temperatur dan radiator truk yang tidak dilakukan, pada Juli, Agustus, September, November, dan Desember 2024.

”Pada Oktober pemeriksaan hanya di radiator ini karena keluhan sopir truk,” ujar Putu Kholisi Aryana.

Lebih lanjut, kata Kholis, tandon air truk ketika dicek sudah mengalami banyak tambalan di bagian selang. ”Ini juga memicu over heat pada truk tersebut. Ada kebocoran pada host radiator dan beberapa komponen yang terlepas,” terang Putu Kholisi Aryana.

Kholis juga menyatakan, truk tersebut mengalami gangguan pada sistem pengereman. Sehingga saat terparkir di bahu jalan dengan kontur turun akibat mesin mengalami kenaikan suhu, truk tersebut bergerak mundur ke arah berlawanan.

”Saat berhenti di bahu jalan, sesungguhnya sopir truk telah turun untuk mengganjal roda bagian depan dengan balok kayu, dengan kondisi mesin kendaraan masih menyala. Untuk kendaraan besar (truk) saat parkir seharusnya mesin dimatikan tapi saat itu sopir memilih tidak mematikan mesin dan persneling tidak netral. Ganjalan ini harusnya di belakang karena bebannya ada di belakang,” papar Putu Kholisi Aryana.

Situasi tersebut memicu truk berjalan mundur hingga pada akhirnya menghantam bus yang sedang berjalan dari arah Surabaya menuju Malang yang mengangkut rombongan pelajar SMP IT Darul Quran Mulia, Kabupaten Bogor, di KM 77+200 Jalan Tol Pandaan-Malang.

”Ada brake fluid (minyak rem) yang perlu diganti, di pengereman ada kebocoran silinder di bagian roda depan sisi kiri. Bagian air tank terdapat indikasi ada kebocoran sistem pengereman,” ujar Putu Kholisi Aryana.

Kholis menyatakan, bahwa kondisi ini memperkuat terjadinya kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan empat orang meninggal dunia, yakni sopir dan kernet bus serta dua penumpang.

”Kondisi ini mendukung (penyebab kecelakaan), bahwa truk dalam kondisi bermasalah sejak lama,” tandas Putu Kholisi Aryana.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore