
Bandara Dhoho Kediri. (Wahyu Adji/Radar Kediri)
JawaPos.com–Setelah lama ditunggu-tunggu, Bandara Internasional Dhoho Kediri sudah bisa melakukan penerbangan haji dan umrah.
Dilansir dari Radar Kediri (JawaPos Grup), Sabtu (14/12), hal itu dapat dipastikan setelah izin penerbangan umrah dari Kementerian Perhubungan untuk bandara tersebut keluar pada November.
”Pada 25 November sudah turun Keputusan Menteri (KM) 146, mengenai penetapan bandara domestik yang bisa melakukan penerbangan umrah, termasuk ada Bandara Dhoho juga,” ucap Direktur PT Surya Dhoho Investama (SDhI) Maksin Arisandi.
Akhirnya, bandara di wilayah Kabupaten Kediri ini bisa segera memberangkatkan jemaah umrah langsung ke Arab Saudi. Maksin menyebut, penerbangan direct ke Tanah Suci tersebut akan terealisasi paling lambat akhir Maret 2025.
Dengan demikian, menurut Maksin, momentum Ramadan dan Lebaran 2025 nanti, penerbangan umrah sudah bisa dilakukan. ”Mengambil momentum (bulan) Puasa. Paling lambat Idul Fitri,” ungkap Maksin.
Sebab, menurut dia, itu adalah momentum terakhir yang harus dikejar Bandara Dhoho. Jika tidak, dia khawatir bakal kehilangan momentum tinggi penerbangan umrah lagi.
Saat Bandara kehilangan momentum tersebut, akan memengaruhi kepercayaan dari biro travel maupun calon jemaah.
”Sekali momentumnya hilang, pengaruhnya tidak baik kepada bandara. (karena terlalu lama melakukan penerbangan) orang gak semangat sudah. Kepercayaannya terhadap bandara itu jadi hilang. Khawatirnya begitu,” ucap Maksin.
Apalagi, minat penerbangan umrah dari Bandara Dhoho tergolong tinggi. Biro-biro umrah dan travel pun sudah sangat bersemangat karena Kediri bisa melakukan penerbangan ke Arab Saudi secara direct.
Namun karena izin yang belum turun, alhasil penerbangan pun harus mundur. Padahal, penerbangan umrah yang sudah dijadwal tidak bisa diubah. Sehingga penerbangan yang sedianya ingin dilakukan di Kediri terpaksa dari bandara lain.
”Sebelumnya saat pick season kemarin banyak yang ingin terbang lewat Kediri. Namun karena memang belum ada kepastian, terpaksa terbang di Surabaya,” jelas Maksin.
Selain itu, Maksin juga mengatakan, penerbangan umrah penting dilakukan karena dapat mendongkrak animo penerbangan di Bandara Dhoho. Jika hanya dilakukan penerbangan domestik saja, animo masyarakat tidak akan cepat berkembang. Karena itulah perlu dilakukan langkah percepatan.
Di lain sisi, Asisten I Sekretaris Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sukadi juga mengaku penerbangan umrah ini harus segera dilakukan. Tak muluk-muluk, dia menargetkan pada triwulan pertama penerbangan umrah harus sudah dmulai.
”Untuk itu perlu saling kerja sama untuk dukung penerbangan umrah,” tegas Sukadi.

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
Prediksi Skor Iran vs Selandia Baru di Piala Dunia 2026: Team Melli Diterpa Gejolak Geopolitik Tapi Punya Kans Menang
Prediksi Skor Arab Saudi vs Uruguay di Piala Dunia 2026: La Celeste Dijagokan Menang!
