
Momen kocak terjadi saat Calon Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersilaturahmi di acara Tegal Bershalawat bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf. (Screenshot Instagram @ahmadluthfi.official)
JawaPos.com - Calon Gubernur (Cagub) Jawa Tengah (Jateng), Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa tengkulak masih menjadi salah satu persoalan yang kerap menyusahkan petani.
Dia mengakui bahwa perlu kehadiran negara untuk menyelesaikan masalah tersebut. Karena itu, dia berkomitmen menghadirkan solusi agar petani di Jateng tidak lagi bergantung pada tengkulak.
Keterangan tersebut disampaikan oleh Luthfi saat berbincang dengan Deddy Corbuzier dalam Podcast Close The Door yang diunggah ke kanal YouTube Deddy Corbuzier pada Rabu (6/11).
Tengkulak adalah salah satu faktor yang membuat petani di Jateng susah. Sebab, mereka bisa mengatur harga sesuka hati dan petani juga hanya bisa pasrah.
”Petani nggak bisa apa-apa karena dia butuh uang, karena dia buruh, petani sewa,” ucap Luthfi.
Kondisi itu menjadi atensi dirinya sebagai calon gubernur. Menurut dia, negara harus hadir untuk menolong para petani tersebut.
”Harus turun yang namanya hadirnya negara, harus bisa melihat situasi di bawah,” imbuhnya. Luthfi menyatakan bahwa BUMDes atau Badan Usaha Milik Desa adalah satu solusi yang bisa dipakai untuk membantu para petani.
”BUMDes itu bisa membantu masyarakat kita dengan modal usaha, (petani) di desa bisa penetrasi kayak begitu. Menjamin para usaha hasil tani dengan bantuan-bantuan modal usaha. Jadi, kalau dia di BUMDes misalkan petani penggarap itu dapat modal, mau panennya habis masih ada hidup,” bebernya.
Luthfi tidak peduli bila cara yang dia pakai untuk membantu petani membuat dirinya dimusuhi oleh banyak orang. Baginya, yang penting adalah membantu para petani.
”Musuh kita diantaranya itu. Saya tidak akan tidur selama masyarakat kita pengen pupuk belum selesai, saya tidak akan bisa tidur nyenyak kalau masyarakat kita masih ada namanya ada harga-harga tidak stabil. Itu tanggung jawab pimpinan,” kata dia.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
