Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 4 November 2024 | 18.19 WIB

Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki, Warga Diminta Waspadai Banjir Lahar

Visual Gunung Lewotobi Laki-laki, Flores Timur, NTT, Senin (29/1/2024). (ANTARA/HO-PVMBG) - Image

Visual Gunung Lewotobi Laki-laki, Flores Timur, NTT, Senin (29/1/2024). (ANTARA/HO-PVMBG)

 
JawaPos.com - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Becana Geologi (PVMBG) telah menaikkan status aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki dari level III menjadi IV atau 'Awas'. Hal itu dilakukan pasca letusan Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada pukul 23.57 Wita,  Minggu (3/11/2024).
 
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menuturkan, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Becana Geologi (PVMBG) meminta agar tidak ada aktivitas apapun dalam radius 7 kilometer dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki. 
 
Warga sekitar juga diminta mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-Laki jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
 
 
"Masyarakat yang terdampak hujan abu Gunung Lewotobi Laki-laki memakai masker/penutup hidung-mulut untuk menghindari bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan," ujar Abdul Muhari, Senin 4/11/2024).
 
Ia mengungkapkan, Pemerintah Daerah telah berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Folres Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Becana Geologi, Badan Geologi di Bandung.
 
Dikabarkan, letusan Gunung Lewotobi Laki-laki yang berlangsung selama 1.450 detik itu menelan enam korban jiwa. Mereka berasal dari Desa Klatanlo, Kecamatan Wulanggitang. 
 
Aktivitas vulkanik gunung api berketinggian 1.584 mdpl yang terjadi pada Minggu (3/11) berdampak sejumlah desa di tiga kecamatan. Sebab, letusan terjadi disertai muntahan lahar panas. 
 
 
Terdapat 6 desa terdampak di Kecamatan Wulanggitang, yaitu Desa Pululera, Nawokote, Hokeng Jaya, Klatanlo, Boru dan Boru Kedang.
 
Pada Kecamatan Ile Bura, sebanyak 4 desa terdampak. Yakni, Desa Dulipali, Nobo, Nurabelen dan Riang Rita. Sedangkan di Kecamatan Titehena berpengaruh pada empat desa, yaitu Desa Konga, Kobasoma, Bokang Wolomatang dan Watowara.
 
"BNPB memantau populasi jiwa terdampak sebanyak 2.734 KK / 10.295 jiwa, dengan rincian di Kecamatan Wulanggitang 2.527 KK / 9.479 jiwa dan Ile Bura 207 KK/ 816 jiwa," jelas Abdul Muhari.
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore