
Workshop Sinergitas Pemerintah dalam Rangka Harmonisasi keuangan Daerah. (Istimewa)
JawaPos.com–Workshop Sinergitas Pemerintah dalam Rangka Harmonisasi keuangan Daerah, menjadi ajang inventarisasi masalah. Peserta mengutarakan berbagai permasalahan atau kendala saat mengimplementasikan hubungan keuangan pemerintah pusat dengan daerah (HKPD).
Salah satu permasalahan diungkapkan Ratna Sulistiyowati mewakili Bappeda Kabupaten Trenggalek. Dia menceritakan salah satu persoalan dana transfer ke daerah (TKD).
”Ada mandatory spending yang sangat ketat,’’ kata Ratna.
Dia merinci persentase mandatory spending tersebut. Yakni 40 persen untuk infrastruktur, 30 persen belanja pegawai, 10 persen pendidikan, dan sisanya 20 persen untuk OPD.
”Angka ini menjadi rebutan antar OPD yang ingin mengejar IKU dan IKD,’’ jelas Ratna.
Permasalahan lain terkait implementasi harmonisasi program strategis nasional. Ratna menyebut kendala sering terjadi pada pembangunan infrastruktur. Daerah diwajibkan mendukung program tersebut dengan membebaskan lahan. Biaya yang dibutuhkan pun besar.
”Bagi daerah dengan potensi APBD kecil, akan kesulitan melaksanakan. Ini perlu peran pemerintah provinsi untuk merealisasikannya,’’ ungkap Ratna.
Masalah di lapangan yang muncul pada forum tersebut langsung direspons narasumber yang hadir. Yakni dari Kanwil Ditjen Perbendaharaan Negara wilayah Jawa Timur, akademisi dari Universitas Brawijaya, dan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Kepala BPKAD Jawa Timur Sigit Panoentoen mengatakan, workshop tersebut bertujuan menyinergikan HKPD. Kendala di lapangan merupakan permasalahan yang harus diatasi.
”Dengan begitu, harmonisasi yang baik akan mewujudkan layanan kepada masyarakat yang optimal,’’ kata Sigit Panoentoen.
Dia juga mengungkapkan beberapa sasaran harmonisasi HKPD. Antara lain, mewujudkan sistem keuangan yang efisien, akuntabel, dan transparan. Lalu, mengantisipasi ketimpangan pengelolaan keuangan antar daerah. Kemudian mendorong kualitas belanja daerah.
”Termasuk sinkronisasi pembangunan di daerah dengan pemerintahan di atasnya, seperti RPJMD, RPJMN, dan kebijakan makro nasional,’’ tandas Sigit.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
