
Warga Desa Cihawuk, Kecamatan Kertasari, Bandung, mengikuti pengobatan gratis dari Indonesia Care, Rabu (25/9). (Indonesia Care untuk JawaPos.com)
JawaPos.com - Sepekan pascagempa 4,7 magnitudo yang mengguncang Bandung, sejumlah korban masih mengalami trauma. Para korban masih tetap bertahan pengungsian dan di luar rumah. Para korban yang mengalami luka dan sakit masih membutuhkan layanan kesehatan.
Direktur Jaringan Relawan Indonesia CARE Mohammad Syahri mengatakan, sepekan setelah gempa masih banyak waga yang mengeluhkan belum mendapatkan layanan kesehatan. Banyak yang alami gangguan kesehatan dan trauma. Beberapa ada yang masih memiliki luka akibat gempa dan belum tertangani medis.
"Kami tergerak untuk turun karena masih banyak daerah yang belum terjangkau layanan. Terutama di wilayah Kertasari ini. Dengan didukung satu unit ambulan PWI Karawang, dan relawan medis. Kami turun. Alhamdulillah ada donatur, memberikan dukungan obat-obatan," ujar Syahri di sela-sela aksi implementasi Layanan Kesehatan Gratis yang digelar di Desa cihawuk, Kecamatan Kertasari, Bandung, Jawa Barat, Rabu (25/9).
Layanan bantuan kesehatan yang digawangi Indonesia CARE itu berkolaborasi dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Karawang dan melibatkan sejumlah relawan seperti satu orang dokter dan sejumlah paramedis.
Kegiatan sendiri lanjut pria yang akrab disapa Choy tersebut berlangsung selama 3 hari. "Antusias warga besar sekali. Siang malam pos pelayanan kita diserbu warga yang minta pelayanan kesehatan," ungkap Syahri yang biasa disapa Choy itu.
Wakil Kepala Medis Respons Indonesia CARE dr Puteri Qotrunnada menambahkan, jumlah pasien lebih dari 250 orang selama dua hari pelayanan. "Kami berusaha jemput bola. Datangi daerah yang belum tersentuh pelayanan kesehatan," katanya.
Puteri mengungkap, pada Selasa (24/9) tim relawan sudah disambut warga. Mereka kerap mengelukan luka robek dan harus dirujuk dengan ambulans. "Kita langsung bergerak. Akhirnya kita langsung putuskan untuk langsung menggelar aksi. Tak disangka antusiasme warga mengakibatkan pelayanan dilakukan hingga malam hari," bebernya.
Selain luka robek, lanjut puteri sejumlah keluhan kesehatan yang disampaikan warga meliputi trauma pascagempa, luka, syaraf kejepit, kolesterol, demam, sakit kepala, batuk pilek dan gatal.
Selain pelayanan kesehatan, Indonesia CARE menggelar kegiatan traumahealing. "Masih banyak yang trauma. Takut dan khawatir. Kita coba hibur dan ajak bermain terutama anak-anak," ujar tim Indonesia CARE Arditya.
Encep, 60, tokoh masyarakat Cihawuk, menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran para relawan Indonesia CARE dan PWI Karawang. "Kami banyak yang belum mendapatkan layanan kesehatan disini. Alhamdulillah teman-teman relawan membantu warga disini," ungkapnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
