
Petugas kembali menemukan lahan yang ditanami tanaman ganja di lereng Gunung Semeru pada Senin (23/9). (Polres Lumajang/Antara)
JawaPos.com–Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur bersama Kepolisian Resor (Polres) Lumajang menemukan kembali empat titik lahan baru yang ditanami tanaman ganja di lereng Gunung Semeru. Itu setelah petugas terus melakukan penyisiran dengan memperluas area pencarian hingga pada Senin (23/9).
”Ini termasuk dalam kegiatan operasi Tumpas Narkoba dan Polres Lumajang berhasil membongkar ladang ganja dengan jumlah barang bukti yang cukup fantastis yakni 38 ribu tanaman ganja yang sudah diamankan di Mapolres Lumajang,” kata Direktur Reserse Narkoba Polda Jawa Timur Kombespol Robert Da Costa seperti dilansir dari Antara di Lumajang.
Untuk itu, lanjut dia, Polda Jatim turun melakukan penyisiran kembali untuk menemukan lahan ganja baru. Sebab, diduga masih ada lahan lagi yang ditanami ganja.
”Kami menemukan empat lokasi baru yang ditanami ganja dengan total sekitar 2.000 tanaman ganja dan kami terus susuri karena diduga masih banyak lokasi yang dibuat para pelaku dengan cara menanam ganja yang diberi jarak 100-200 meter,” tutur Robert Da Costa.
Dia menjelaskan, ada empat tersangka yang sudah diamankan Polres Lumajang. Mereka berperan sebagai penanam ganja di lereng Gunung Semeru. Sehingga masih terus didalami untuk menemukan otak pelaku utama.
”Tanaman ganja itu ditanam dengan jarak yang cukup jauh antara 100 hingga 200 meter dengan memanfaatkan medan yang cukup sulit dijangkau petugas,” terang Robert Da Costa.
Aparat kepolisian masih terus melakukan pengembangan kasus untuk mengungkap jaringan pengedar dan bandar besar di balik kasus penanaman puluhan ribu batang tanaman ganja di lahan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.
”Kami yakin masih ada pelaku lain yang terlibat dalam kasus ini. Kami akan terus melakukan pengembangan hingga semua pelaku dapat ditangkap dan diproses secara hukum,” tandas Robert Da Costa.
Robert menyampaikan ucapan terima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan informasi berharga sehingga aparat kepolisian dapat mengungkap kasus temuan ladang ganja di lereng Gunung Semeru. Warga setempat juga membantu aparat kepolisian dalam penyisiran tersebut.
Awalnya Polres Lumajang menemukan sebanyak 453 tanaman ganja yang tumbuh subur di lereng Gunung Semeru di Desa Argosari, Kecamatan Senduro. Kemudian hari berikutnya ditemukan belasan titik lahan yang ditanami ganja hingga menjadi 10 ribu tanaman ganja yang dibawa ke Mapolres Lumajang.
Tercatat sebanyak 38.000 batang tanaman ganja sudah diamankan Polres Lumajang yang tersebar di 32 lokasi. Kini bertambah lagi, sehingga totalnya kini menjadi sekitar 40.000 tanaman ganja.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
