Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 8 September 2024 | 13.07 WIB

Warga Gelar Sholat Hajat Peringati Satu Tahun Tragedi Penggusuran Rempang

Warga Rempang peringati satu tahun tragedi penggusuran Rempang di Lapangan Sembulang Hulu, Pulau Rempang, Kota Batam, Sabtu (7/9). (Laily Rahmawaty/Antara) - Image

Warga Rempang peringati satu tahun tragedi penggusuran Rempang di Lapangan Sembulang Hulu, Pulau Rempang, Kota Batam, Sabtu (7/9). (Laily Rahmawaty/Antara)

JawaPos.com–Warga Pulau Rempang menggelar Sholat Hajat di Lapangan Sembulang Hulu, Pulau Rempang, Kota Batam, Kepulauan Riau, Sabtu (7/9) malam. Itu dalam rangkaian memperingati satu tahun tragedi Rempang.

Aksi damai peringatan satu tahun Tragedi Rempang itu mendapat pengawalan dari aparat kepolisian dan TNI. Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polresta Barelang Kompol Zainal Abidin Tamba mengatakan, bersama Polsek Barelang telah menyiapkan pengamanan untuk mengawal aksi warga.

”Ya tentu ada pengamanan, pasti ada kami siapkan,” kata Tamba seperti dilansir dari Antara.

Aksi peringatan satu tahun Tragedi Rempang dimulai pukul 15.30 WIB di Jembatan 4 Barelang. Yakni berupa tabur bunga, doa bersama, serta orasi.

Sebanyak 25 personel Polri dari Polresta Barelang dan Polsek Galang mengawal aksi dengan mengatur arus lalu lintas dan mengarahkan warga tetap tertib saat menyampaikan aspirasi. Aksi kembali berlanjut usai Magrib. Warga menggelar Sholat Hajat, pawai obor, nonton bersama perjuangan masyarakat Rempang, tarian anak-anak Rempang, puisi, dan Gurindam 12.

Warga juga berorasi tentang perjuangan masyarakat Melayu mempertahankan tanah leluhur dari penggusuran.

”Kami tetap berjuang untuk tanah nenek moyang kami, kami tak lagi takut,” kata Nenek Hawa, salah satu perempuan Melayu yang dituakan.

Nenek Hawa mengaku pernah mengalami perihnya gas air mata dan tekanan saat peristiwa kericuhan Rempang setahun lalu. Itu tidak menyurutkan perjuangan menjaga tanah leluhur untuk anak cucu kelak.

”Tak takut kami,” ucap Nenek Hawa.

Alasan dia menolak Proyek Strategis Nasional (PSN) Rempang Eco City karena masyarakat Rempang diminta keluar dari kampung halaman. Warga dipaksa tinggal di tempat relokasi yang belum jelas kepemilikannya. Selain itu, keluar dari kampung halaman berarti juga meninggalkan mata pencariannya sebagai nelayan dan berkebun.

Sehari sebelumnya, warga Rempang juga menggelar tradisi ziarah makam leluhur di Kampung Lubuk Panjang, Rempang Cate.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore