
Lima peserta terbaik dari Pelatihan Pramusaji (waiter-waitress) Bersama Teman-teman Tuli dapat kesempatan bekerja. (Istimewa)
JawaPos.com - Aneuk Muda Aceh Unggul Hebat (AMANAH) memilih lima peserta terbaik dari Pelatihan Pramusaji (waiter-waitress) Bersama Teman-teman Tuli. Para peserta terpilih itu langsung dapat kesempatan bekerja di cafe atau restoran di Aceh.
“Progresnya luar biasa, lebih dari yang saya perkirakan. Walaupun, memang kawan-kawan tuli ini perlu waktu untuk belajar atau untuk praktik di tempat kerja yang non tuli karena ada keterbatasan,” tutur instruktur pelatihan, Normansyah, Kamis (1/8).
Sebanyak 20 peserta mengikuti pelatihan selama empat hari sejak 29 Juli hingga 1 Agustus 2024. Pelatihan yang digelar di Ivory Coffee, Banda Aceh itu merupakan kolaborasi AMANAH dengan Balai Pelatihan Vokasi Produktivitas (BPVP) Banda Aceh.
Para peserta diakui sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dari hari pertama hingga terakhir. Sikap tersebut menunjukkan keseriusan untuk menjadi pramusaji profesional dan mendapatkan pekerjaan sesuai minat.
“Kita pikir mereka sangat serius. Selama ini, tak ada dunia kerja yang menampung tapi begitu dikasih kesempatan mereka tak menyia-siakan kesempatan itu dan bekerja keras,” ujar Normansyah.
Dalam pelatihan tersebut, para peserta mendapatkan berbagai materi tentang pelayanan yang baik di cafe dan restoran. Selain pengetahuan untuk menjadi waiter-waitress, para peserta juga diedukasi tentang kopi Gayo dari ahlinya.
Terakhir, mereka harus melewati simulasi dan ujian praktik melayani pengunjung secara langsung. Tahapan tersebut sekaligus menjadi bahan penilaian tim AMANAH untuk memilih peserta terbaik yang akan ditempatkan bekerja.
“Insyaallah ada lima orang yang terbaik. Ini pun kita agak bingung memilihnya karena rata-rata nilainya bagus dan semua juga punya etos belajar, etos kerja yang baik. Kemudian, nanti mereka akan ditempatkan (bekerja),” ujar Normansyah.
Menurutnya, kegiatan seperti itu sangat bermanfaat bagi para penyandang disabilitas agar mereka mendapat pekerjaan yang sesuai. Oleh karena itu, ia mengapresiasi inisiatif AMANAH untuk memberikan kesempatan yang sama kepada teman-teman tuli.
Potensi para peserta bisa menjadi modal berharga bagi pengusaha untuk mem-branding cafe dan restoran mereka. Normansyah berharap para peserta diberi kesempatan untuk bekerja sebagai waiter-waitress di cafe-cafe atau restoran di Aceh.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
