
Sebanyak 42 ribu peserta mengikuti event Pocari Sweat Run Indonesia 2024 yang digelar secara hybrid dengan offline-nya di Bandung, Jawa Barat. (Royyan/JawaPos.com)
JawaPos.com - Sebanyak 42 ribu peserta mengikuti event Pocari Sweat Run Indonesia 2024 yang digelar secara hybrid dengan offline-nya di Bandung, Jawa Barat. Event itu digelar selama dua hari sejak Sabtu (20/7) hingga Minggu (21/7).
Marketing Director Amerta Indah Otsuka Puspita Winawati mengatakan, pertumbuhan angka pelari di Indonesia tiap tahunnya bertumbuh secara signifikan. Tahun ini, pelaksanaan Pocari Sweat Run 2024 terbanyak setelah sebelas tahun pelaksanaan event lari ini.
"Jadi mungkin kalau yang mengikuti Pocari Sweat Run ya, dulu sebelum pandemi itu kita offline aja. Dan itu paling pesertanya 10 ribu, di Bandung semuanya," ujarnya kepada wartawan, Minggu (21/7).
Pertumbuhan angka pelari di Indonesia, kata Wina, terjadi saat pandemi Covid-19 mulai melanda dunia.
Saat itu, ia mengatakan bahwa event Pocari Sweat Run pun mengalami penyesuaian. Dari yang asalnya hanya dilaksanakan secara offline, kini ditambah secara virtual dan menjadi hybrid.
"Setelah hybrid pada 2022, kita ada 17 ribu peserta, di 2023 kita 27 ribu, dan di tahun ini kita 42 ribu (peserta Pocari Sweat Run). Penambahan pelari di Indonesia signifikan," ungkapnya.
"Jadi sebenarnya kuncinya itu hybrid. Kita itu memang di Indonesia kita terbatas untuk offline pelari dengan jumlah yang sangat besar. Di Bandung ini aja udah 2 hari, tapi tetap slot offline itu tetap harus dibatasi karena demi kenyamanan pelari. Makanya virtual bisa diikuti semua orang di manapun," sambung Wina.
Di sisi lain, pertumbuhan angka pelari di Indonesia itu menurutnya membuat angka regenerasi pelari juga bertumbuh. Banyak anak muda yang kini ikut dalam event lari.
"Pelari yang baru mulai itu semakin muda. Kemarin itu yang 5K yang juara itu ternyata umur 12 tahun, anak SMP," tuturnya.
"Jadi kita senang beregenerasi. Maka tugas kita adalah mengedukasi gimana sih caranya biar lari yang aman dan menyebarkan agar lebih banyak yang lari," pungkas Wina.
Senada dengan itu, Jenius Digital Bank Partnership Head, Bank BTPN, Febri Rusli mengaku senang ikut bekerja sama dalam gelaran Pocari Sweat Run 2024. Pasalnya, penjualan tiket ini sendiri ludes dalam sekejap.
"Terima kasih atas kolaborasinya. Penjualan tiket yang langsung sold out itu luar biasa sekali," ucapnya.
Sementara itu, Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin menyebut bahwa gelaran Pocari Sweat Run 2024 membuat perputaran ekonomi lebih baik di Bandung.
"Ya hebat pisan. Kami senang karena tidak hanya peserta saja, bawa keluarga, bawa fansnya. Dan tentunya ini perputaran ekonomi lebih baik," ungkapnya.
"Buat kami di Pemprov mengingatkan masyarakat pentingnya olahraga. Saya lagi keliling ke sekolah-sekolah kalau berolahraga itu jangan sisa waktu luang, tapi diluangkan waktu," pungkas Bey.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
