Mustafa Selcuk (dua dari kanan) di Universitas Muhammadiyah Malang.
JawaPos.com - Kuliah tamu internasional di Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berlangsung seru. Sejumlah 250 mahasiswa antusias mengikuti diskusi yang menghadirkan narasumber pakar media baru (new media) Aristotle University of Thessaloniki, Yunani, Mustafa Selcuk dan Kaprodi Komunikasi UMM Nasrullah sebagai panelis, Rabu (15/5/).
Mahasiswa berebut mengajukan pertanyaan usai kedua nara sumber memaparkan materinya tentang information war di media sosial. Sebagian besar mempertanyakan keberpihakan pemerintah dan media ketika terjadi perang informasi itu. Publik banyak dirugikan karena ikut terpecah dan masuk dalam konflik ketika perang opini terjadi di media.
Salah satu penanya, Sania, mengritik media banyak melakukan framing berita menggunakan cara-cara information disorder. Merespon pernyataan ini Selcuk mengatakan subjektivitas media seringkali menjadi sumber informasi publik dan menjadikan sebagai referensi. Cara terbaik menurutnya adalah melakukan pengecekan ulang tentang kebenaran yang disampaikan media dengan cara bertanya langsung ke sumber terpercaya.
Baca Juga: Kenali Sifat Red Flag dari Zodiak Gemini, Supaya Anda Tidak Kaget Ketika Menghadapi Mereka
“Saya sering mendapatkan postingan di media sosial yang tidak benar. Saya berusaha menghubungi teman saya melalui video call, misalnya, untuk mengecek kebenaran informasi tersebut,” kata Selcuk yang pernah menjadi visiting lecturer di UMM tiga tahun lalu ini.
Senada Selcuk, Nasrullah menegaskan tidak ada media yang 100% objektif dan netral. Setiap media memiliki kepentingan yang sulit dilepaskan, baik dari sisi individu pekerja media, rutinitas, organisasi internal dan eksternal media, maupun pada tingkat ideologi.
“Media sulit tidak melakukan framing untuk mendukung opini kepentingannya. Hanya saja kita harus memastikan bahwa kepentingan publik yang lebih besarlah yang harus diutamakan,” tambah Kaprodi Komunikasi UMM ini.
Penanya lainnya, Ghozi, menanyakan peran aktor non-militer dalam perang informasi. Ia juga mengkritisi penggunaan istilah benar dan salah melalui media oleh pihak-pihak yang berbeda. Baginya, bukankah masing-masing pihak berhak mengklaim kebenaran tanpa harus menganggap bahwa pihak lain salah.
“Dengan demikian harusnya tidak ada perang informasi jika keduanya dapat dianggap benar,” ungkapnya.
Menurut Selcuk, aktor nonmiliter memanfaatkan media sosial untuk mobilisasi. Mobilisasi di media sosial itu pada gilirannya akan berpengaruh pada mobilisasi sosial di dunia nyata.
“Seperti kasus protes di Colombia University Amerika Serikat. Pada posisi seperti ini, tidak hanya pihak kampus, pemerintah pun tidak mampu lagi mencegahnya,” tambah Selcuk.
Meski demikian, lanjut Selcuk, hoaks tidak akan menguntungkan pihak manapun. Kalau klaim kebenaran itu menggunakan hoaks, maka akan merugikan semua pihak.
Nasrullah menambahkan perang media terjadi justru karena masing-masing merasa benar dan menggunakan cara-cara jahat untuk saling menjatuhkan. Cara-cara yang tidak tepat itu misalnya misi nformasi, disinformasi dan malinformasi.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Prediksi Malaysia vs Filipina: Menang atau Harus Berharap Thailand di Piala AFF 2026
Prediksi Thailand vs Myanmar di Piala AFF 2026: Gajah Perang Berpeluang Lolos sebagai Juara Grup
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Misi John Herdman Demi Semifinal!
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Jadwal Siaran Langsung dan Link Live Streaming Chelsea vs AC Milan, Tayang di Mana?
Kejagung Periksa Febrie Adriansyah: Kenakan Rompi Pink dan Tangan Terborgol
Presiden Persebaya Surabaya Angkat Bicara Usai Juara, Azrul Ananda: Menuju Bintang Melalui Kesulitan
Profil Kiper Persebaya Reza Arya Pratama, Tepis 2 Penalti Persib di Final Piala Presiden 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
