
Video pengeroyokan seorang ustad asal Kabupaten Pandeglang diduga dilakukan oknum bank keliling atau Kosipa.
JawaPos.com–Seorang ustad asal Kabupaten Pandeglang jadi korban pengeroyokan yang diduga dilakukan oknum bank keliling atau Kosipa. Aksi pengeroyokan yang viral itu, terjadi pada Minggu (31/3) pukul 22.30 WIB di Kecamatan Baros, Kabupaten Serang.
Penyebab pengeroyokan tersebut belum diketahui. Dalam video tersebut hanya memperlihatkan seorang ustad asal Pandeglang dikeroyok sejumlah oknum bank keliling.
Nah, pasca kejadian tersebut, pada Selasa (2/4) terjadi sweeping di sejumlah tempat di Kabupaten Pandeglang. Lokasi yang dicurigai terkait bank keliling di-sweeping. Termasuk rumah kontrakan di wilayah Kabupaten Pandeglang.
Salah satunya di Kecamatan Menes sampai simpang tiga Pantos, tepatnya depan Hotel Altama Pandeglang, Kecamatan Karangtanjung. Sweeping dilakukan gabungan sejumlah ormas dan ustad.
Sementara itu, korban pengeroyokan bank keliling Ustad Muhyi mengatakan, tidak mengetahui secara pasti ada masalah apa.
”Terjadi sepulang dari Rumah Sakit Umum Banten, menjenguk bapak yang sedang dirawat,” kata Muhyi melalui sambungan telepon seperti dikutip dari Radar Banten (JawaPos grup).
Waktu kejadian itu, menurut dia, sekitar pukul 22.30 WIB. Setelah selesai Sholat Tarawih, dia pulang dari rumah sakit bersama keluarga.
”Ada adik saya, istri, teteh, dan umi. Ketika sampai Baros, setelah lewat Polsek Baros, pas di Desa Sukamanah itu ada kerumunan motor ada kemacetan,” kata Muhyi.
Selanjutnya, kendaraan yang disopiri adiknya berjalan pelan-pelan karena ada macet kerumunan motor. ”Kami menganggap mungkin ada tawuran, atau balap motor. Tapi ketika kita akan melintas, orang-orang itu langsung menyerang,” tutur Muhyi.
Mereka menyerang tanpa ada permasalahan. Mereka langsung pukul dengan menggunakan helm. Spion sebelah kiri juga dirusak.
”Jebret, kan saya kaget ada apa ini. Langsung bergegas karena kami bawa umi, istri, adik, yang jelas kami masih kaget, mobil kami digebukin,” ujar Muhyi.
Kemudian dia menepi ke pinggir jalan di depan minimarket. ”Begitu menepi kayak geng motor langsung menggebukin aja,” terang Muhyi.
”Pertama digebukin kan adik saya yang menyetir. Ditonjok, dijambak, digebukin. Saya kan keluar dari pintu sebelah kiri,” terang Muhyi.
Kemudian, menanyakan kenapa melakukan pemukulan. Mereka menjawab tidak sesuai yang diharapkan.
”Malah dijawab dengan dipukulin. Jebret-jebret sampai beberapa kali mengenai kepala saya,” kata Muhyi.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
