
Warga Teluk Barak, Kecamatan Putussibau Selatan, Kabupaten Kapuas Hulu terpaksa menggunakan perahu untuk pergi melaksanakan ibadah sholat tarawih hari pertama di surau./
JawaPos.com – Pada hari Senin (11/3) malam, banjir yang menggenangi wilayah Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat terpantau masih belum surut di sejumlah kecamatan.
Akibat hujan yang sangat tinggi dan sungai yang meluap, salah satu kecamatan yang masih terdampak adalah Kecamatan Putussibau, tepatnya di Teluk Barak.
Hal tersebut membuat warga terpaksa menggunakan perahu untuk pergi melaksanakan ibadah sholat tarawih hari pertama di bulan Ramadhan ke surau.
Salah seorang warga bernama Aldianto mengatakan banjir di Teluk Barak terjadi sejak hari Kamis (7/3) dengan kedalaman rata-rata 60 hingga satu meter.
“Perahu menjadi alat transportasi alternatif kami ketika akses jalan terendam banjir. Sehingga Ketika sholat tarawih hari pertama pada Senin (11/3) malam, warga rata-rata menggunakan perahu untuk pergi ke surau,” ujarnya seperti dilansir dari Antara.
Menurutnya saat ini debit air banjir sudah mulai berangsur surut. Namun, akses jalan Kalimantan di Teluk Barak masih terendam banjir.
Menariknya, hal itu ternyata tidak mengurangi antusiasme warga untuk pergi melaksanakan ibadah sholat tarawih pertama di surau meskipun harus menggunakan perahu.
“Mudah-mudahan besok air benar-benar surut sehingga aktivitas masyarakat di bulan Ramadhan bisa normal seperti biasa dan membawa berkah,” kata dia.
Banjir yang terjadi di sana merupakan dampak dari intensitas hujan tinggi dan menyebabkan air sungai Kapuas meluap serta beberapa daerah di pesisir sungai Kapuas dilanda banjir.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kapuas Hulu Bernama Gunawan mengatakan bahwa sampai hari Senin (11/3) malam, baru satu kecamatan yang menyampaikan laporan banjirnya yaitu Kecamatan Embaloh Hilir.
Sementara itu menurut Gunawan, masih ada kecamatan lain yang terendam banjir seperti Kecamatan Putussibau Selatan di daerah Teluk Barak Kelurahan Kedamin Hilir dan Desa Tanjung Jati.
Kecamatan Putussibau Utara juga masih terendam banjir di daerah dogom Kota Putussibau, dan Dusun Mufa Desa Pala Pulau.
Selain itu, banjir juga menggenangi Kecamatan Silat Hulu, Suhaid, Silat Hilir, Mentebah dan sejumlah dataran rendah lainnya.
“Kondisi banjir sudah berangsur surut di bagian hulu, tetapi di hilir pesisir sungai Kapuas saat ini masih dalam, karena banjir di daerah hilir cukup lama,” ujarnya.
Ia selaku perwakilan pihak BPBD juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan waspada dan siap siaga dalam menghadapi cuaca ekstrem dengan intensitas curah hujan tinggi.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
