
Kwarda Pramuka Jawa Timur menggelar Rakerda di Surabaya.
JawaPos.com–Kwarda Pramuka Jawa Timur menggelar Rakerda di Surabaya. Ketua Pramuka Jatim Arum Sabil saat membuka Rakerda berpesan pentingnya digitalisasi saat ini untuk pertanian hingga peternakan.
”Terkait program kerja 2024 digitalisasi baik itu masalah pangan dan lingkungan hidup ini jadi program prioritas, karena sekarang era digital,” kata Arum di Kantor Gubernur Jatim.
”Digital itu untuk monitoring kita agar tahu lebih detail dan mengingat dalam hal melaksanakan, mengaplikasikan baik itu irigasi, pemupukan, dan tentang bagaimana pola tanam yang dilakukan agar tersistem dengan baik maka digitalisasi masuk sektor kegiatan Pramuka produktif itu,” tambah dia.
Arum mencontohkan pentingnya digitalisasi di sektor irigasi dengan memanfaatkan tenaga surya yang dikoneksi melalui smartphone.
”Contoh kami sudah punya sistem irigasi dengan tenaga surya, tapi itu menggunakan smartphone, sehingga menjadi kegiatan smart farming. Itu yang sudah kita lakukan,” ungkap Arum Sabil.
”Tujuannya bukan untuk gaya-gayaan seolah-olah menggunakan digitalisasi, menggunakan smartphone, tapi akhirnya ke depan sangat diperlukan,” tambah dia.
Arum menyebut saat ini cukup sulit mencari buruh tani. Perlu digitalisasi untuk membantu kerja para petani.
”Karena cari buruh tani tidak mudah. Banyak orang-orang yang tidak mungkin bercita-cita ingin jadi buruh tani. Tapi para petani jangan sampai kesulitan, kita yang akan bergerak di bidang pertanian, peternakan, perkebunan itu untuk terobosan agar menjadi bangsa berdaulat di bidang pangan. Tentu ini harus dipersiapkan, kita harua mengikuti perkembangan zaman,” beber Arum Sabil.
”Pramuka menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam masalah persoalan pangan dan energi terbarukan. Kegiatan kita bagaimana menggagas energi terbarukan dan masalah ketahanan pangan itu tadi,” lanjut dia.
Arum mengapresiasi sinergitas Pemprov Jatim bahu-membahu bersama Kwarda Pramuka Jatim untuk memberi pengabdian ke masyarakat.
”Dari semua kegiatan Kwarda Pramuka Jatim, tidak lepas dari peran Pemprov Jatim. Karena secara struktur organisasi gubernur, sekda, dan OPD, adalah bagian dari majelis pembimbing daerah, sehingga Pramuka Jatim merasa terayomi oleh pemimpin di pemprov sesuai tugas dan fungsinya,” kata Arum Sabil.
Sementara itu, Pj Sekdaprov Jatim Bobby Bobby Soemiarsono mengatakan, berkomitmen penuh berkolaborasi dengan Pramuka demi memberi kesejahteraan ke masyarakat.
”Desain program Pramuka Jatim ini diharapkan memberi dampak positif ke kesejahteraan masyarakat. Ini jadi bagian tanggung jawab juga dari pemda. Kita memberi dukungan ke Kwarda dalam berbagai hal mulai fasilitas kegiatan,” ujar Bobby.
Bobby meminta dinas peternakan dan pertanian bisa membuat program yang bersinergi dengan Pramuka Jatim. "Jadi sinergi itu perlu untuk kegiatan Pramuka,” ujar Adhy.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
