
Pelaksanaan salat tarawih jamaah Masjid Aolia, Desa Giriharjo, Panggang, Kabupaten Gunungkidul, Rabu (6/3). (Andi May/Radar Jogja)
JawaPos.com – Video Jamaah Masjid Aoilia di Desa Giriharjo, Panggangharjo, Panggang, Kabupaten Gunungkidul telah mulai melaksanakan sholat tarawih beredar di media sosial.
Jamaah masjid di Gunungkidul tersebut tidak mengikuti keputusan pemerintah maupun ormas lainnya.
Mereka telah menjalankan puasa Ramadhan pada Kamis (7/3). Penentuan awal Bulan Ramadhan didasarkan pada arahan KH. Ibnu Raden Hajar Sholeh atau Mbah Benu.
“Jika pemerintah mau tanggal 12 ya boleh, Muhammadiyah tanggal 11 boleh, tergantung keyakinan masing – masing,” ucap Mbah Benu.
Seorang jamaah, Daud, mengatakan, hal ini telah menjadi lumrah bagi jamaah Masjid Aolia untuk melaksanakan ibadah bulan Ramadhan lebih awal yang didasari penentuan Mbah Benu.
“Setiap tahunnya kami lakukan lebih awal sesuai dengan penentuan Mbah Benu,” ucapnya.
Mengutip Radar Jogja (Jawa Pos Group), Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Gunung Kidul, Sa’aban Nuroni, mengatakan, pihaknya telah mendatangi Masjid Aolia untuk memastikan pelaksanaan Ramadhan yang lebih dulu.
“Kami sudah tabayun ke Mbah Benu, beliau menjelaskan penentuan Ramadhan berdasarkan keyakinannya,” ucapnya, Jumat (8/3).
Kemenag Gunungkidul pun menghormati, tidak menyalahkan, maupun menjelek-jelekkan.
“Karena sifatnya keyakinan, meskipun bagi kami masih mempertanyakan, karena beliau sudah meyakini, kami hanya menghormati,” tuturnya.
Ia juga mengatakan mencari informasi yang lengkap terkait penentuan waktu Ramadhan. Hal tersebut menurutnya diperlukan kajian oleh Kemenag Pusat.
Kemenag Gunungkidul sebenarnya telah mengetahui jika penentuan Ramadhan Masjid Aolia.
“Pelaksanaan ibadah puasa lebih awal dari jamaah masjid Aolia itu sudah lama kami tahu. Namun, biasanya hanya selisih satu sampai dua hari tapi sekarang lima hari,” ucapnya.
Berdasarkan pengamatannya perbedaan hanya pada penentuan awal bulan Ramadhan. Sementara pada pelaksanaan sholat dan ibadah lainnya sama seperti pada umumnya.
“Kami tetap memakai standar menghormati dan menghargai perbedaan tersebut, masyarakat juga tidak ada yang mempermasalahkan itu,” pungkasnya.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
