Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 9 Maret 2024 | 00.36 WIB

Jamaah Masjid Aolia Gunungkidul Lakukan Puasa Lebih Awal 5 Hari, Begini Respons Kemenag

Pelaksanaan salat tarawih jamaah Masjid Aolia, Desa Giriharjo, Panggang, Kabupaten Gunungkidul, Rabu (6/3). (Andi May/Radar Jogja) - Image

Pelaksanaan salat tarawih jamaah Masjid Aolia, Desa Giriharjo, Panggang, Kabupaten Gunungkidul, Rabu (6/3). (Andi May/Radar Jogja)

JawaPos.com – Video Jamaah Masjid Aoilia di Desa Giriharjo, Panggangharjo, Panggang, Kabupaten Gunungkidul telah mulai melaksanakan sholat tarawih beredar di media sosial.

Jamaah masjid di Gunungkidul tersebut tidak mengikuti keputusan pemerintah maupun ormas lainnya.

Mereka telah menjalankan puasa Ramadhan pada Kamis (7/3). Penentuan awal Bulan Ramadhan didasarkan pada arahan KH. Ibnu Raden Hajar Sholeh atau Mbah Benu.

“Jika pemerintah mau tanggal 12 ya boleh, Muhammadiyah tanggal 11 boleh, tergantung keyakinan masing – masing,” ucap Mbah Benu.

Seorang jamaah, Daud, mengatakan, hal ini telah menjadi lumrah bagi jamaah Masjid Aolia untuk melaksanakan ibadah bulan Ramadhan lebih awal yang didasari penentuan Mbah Benu.

“Setiap tahunnya kami lakukan lebih awal sesuai dengan penentuan Mbah Benu,” ucapnya.

Mengutip Radar Jogja (Jawa Pos Group), Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Gunung Kidul, Sa’aban Nuroni, mengatakan, pihaknya telah mendatangi Masjid Aolia untuk memastikan pelaksanaan Ramadhan yang lebih dulu.

“Kami sudah tabayun ke Mbah Benu, beliau menjelaskan penentuan Ramadhan berdasarkan keyakinannya,” ucapnya, Jumat (8/3).

Kemenag Gunungkidul pun menghormati, tidak menyalahkan, maupun menjelek-jelekkan.

“Karena sifatnya keyakinan, meskipun bagi kami masih mempertanyakan, karena beliau sudah meyakini, kami hanya menghormati,” tuturnya.

Ia juga mengatakan mencari informasi yang lengkap terkait penentuan waktu Ramadhan. Hal tersebut menurutnya diperlukan kajian oleh Kemenag Pusat.

Kemenag Gunungkidul sebenarnya telah mengetahui jika penentuan Ramadhan Masjid Aolia.

“Pelaksanaan ibadah puasa lebih awal dari jamaah masjid Aolia itu sudah lama kami tahu. Namun, biasanya hanya selisih satu sampai dua hari tapi sekarang lima hari,” ucapnya.

Berdasarkan pengamatannya perbedaan hanya pada penentuan awal bulan Ramadhan. Sementara pada pelaksanaan sholat dan ibadah lainnya sama seperti pada umumnya.

“Kami tetap memakai standar menghormati dan menghargai perbedaan tersebut, masyarakat juga tidak ada yang mempermasalahkan itu,” pungkasnya.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore