
Aksi nekat seorang mahasiswi menggegerkan warga di lingkungan kampus kawasan Kecamatan Genuk Semarang, Senin (4/3).
JawaPos.com - Aksi nekat seorang mahasiswi menggegerkan warga di sekitar kampus Unissula kawasan Kecamatan Genuk Semarang, Senin (4/3). Gadis tersebut memanjat tower dengan ketinggian mencapai lebih dari 100 meter. Alasan nekat memanjat ternyata untuk melakukan riset adrenalin.
"Dia mahasiswa, inisial S, usianya 22 tahun. Alasannya, bukan bunuh diri, hanya untuk riset. Tapi riset apa, masih kita lakukan pendataanya," ungkap Kapolsek Genuk, Kompol Rismanto, kepada Jawa Pos Radar Semarang (Jawa Pos Group), Senin (4/3).
Peristiwa tersebut menjadi tontonan banyak orang. Petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang dan pihak Polsek Genuk berada di lokasi kejadian. Selanjutnya, gadis tersebut langsung dimasukan ke dalam mobil ambulans kampus setempat, untuk dilakukan pengecekan dan pemeriksaan kesehatan di rumah sakit.
Informasi yang diperoleh, gadis tersebut berinisial S, 22, warga Banjarnegara. Kali pertama yang mengetahui kejadian tersebut adalah sekuriti, yang melihat adanya seorang perempuan memanjat tower TV, depan Fakultas Kedokteran, sekitar pukul 14.15 WIB. Selanjutnya, disampaikan ke rekan kerjanya, dan dilakukan bujuk rayu supaya turun. Namun tak mendapat respons.
Selanjutnya, kejadian tersebut dilaporkan ke Polsek Genuk dan diteruskan ke petugas Damkar Kota Semarang guna dilakukan proses evakuasi. Hingga pada akhirnya, gadis berkerudung tersebut turun dengan sendirinya di tanah bersemak-semak dengan selamat sekitar pukul 15.15 WIB.
Kasie Penyelamatan Damkar Kota Semarang, Listyono mengungkapkan mendapatkan laporan tersebut sekitar pukul 14.28 WIB. Kemudian menindaklanjuti pelaporan tersebut dan melakukan assesment peralatan. Setelah berkoordinasi dengan Polsek Genuk, lalu menuju lokasi kejadian.
"Saat sampai lokasi, itu orangnya posisi masih di ketinggian sekitar 20-25 meter. Jenis kelamin perempuan. Tadi dari saksi awal, sudah sampai di ujung, sekitaran 100 meter lebih. Terus turun sendiri," katanya.
Menurutnya, sesampainya di lokasi dan gadis tersebut belum turun, Listyono bersama anggotanya menghalau orang sekitar untuk tidak teriak-teriak menyuruh turun. Alasannya, dikhawatirkan akan menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan terhadap kondisi atau emosional gadis tersebut.
"Kalau terjadi teriakan, kalau orang itu dalam kondisi tidak stabil, khawatirnya kalau tidak naik, bisa juga justru akan loncat. Awalnya mau kita bujuk untuk turun, tapi dia mala turun sendiri," katanya.
"Setelah turun, kita tanya, jawabannya hanya mengetes adrenalin saja. Sambil ketawa-ketawa gitu. Jadi kestabilan emosinya juga meragukan. Karena apapun dia harus kita selamatkan," pungkas Listyono.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
