Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 3 Maret 2024 | 05.16 WIB

BPBD Bantul Perpanjang Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi

Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Jogjakarta. - Image

Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Jogjakarta.

JawaPos.com–Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Jogjakarta memperpanjang status siaga darurat bencana hidrometeorologi. Sebelumnya diberlakukan hingga 29 Februari menjadi hingga 31 Mei.

”Siaga darurat kita perpanjang sampai akhir Mei, karena berdasar rilis dari BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) itu sekarang memasuki pancaroba, justru di musim pancaroba itu kita harus waspada,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Bantul Antoni Hutagaol seperti dilansir dari Antara di Bantul, Sabtu (2/3).

Dia mengatakan, Surat Keputusan (SK) Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi tersebut sudah disusun dan diterbitkan per 1 Maret atau setelah SK sebelumnya berakhir. Hingga saat ini, BPBD Bantul menunggu keputusan tersebut ditandatangani Bupati Bantul.

”SK sudah siap, tapi karena Pak Bupati ada kesibukan sehingga belum ditandatangani, tapi sudah sampai di meja bupati tinggal disahkan, namun yang jelas sudah siap, di daerah-daerah lain juga sama, tetap ada memperpanjang status,” ujar Antoni Hutagaol.

Dia mengatakan, kewaspadaan bencana atau kejadian pada musim pancaroba atau peralihan dari musim hujan ke kemarau hampir sama dengan sebelumnya. Yakni kewaspadaan tentang hujan deras yang disertai angin kencang yang berdampak banjir dan pohon tumbang.

”Pada SK sebelumnya, kewaspadaan juga terkait bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor dan pohon tumbang dampak hujan deras,” terang Antoni Hutagaol.

Pada Februari, kata dia, merupakan puncak musim hujan sehingga Maret hingga beberapa bulan ke depan masuk peralihan musim.

”Perpanjangan berdasar dari rilis BMKG dan situasi di lapangan, kami harus ada rilis dari BMKG, kalau tidak ada, tidak ada perpanjangan, jadi perpanjangan sampai Mei harapannya selama masa pancaroba itulah kita waspada,” tutur Antoni Hutagaol.

Dia mengatakan, pada musim pancaroba saat ini ada kecenderungan cuaca tidak menentu, terkadang hujan namun kemudian kemarau. Akan tetapi ketika turun hujan, intensitas lebat dan tidak jarang disertai angin kencang.

”Kita selalu memantau kondisi karena dari BMKG selalu update cuaca, situasi, peta wilayah sini hujan ringan, daerah lain deras. Jadi cuaca tidak menentu, seharusnya hujan namun panas dan sebaliknya, dan kejadian yang telah terjadi itu angin kencang, pohon tumbang, genangan air, tapi tidak parah, masih bisa kita atasi,” terang Antoni Hutagaol.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore