JawaPos.com - Kota kediri merupakan sebuah kota yang kerap disapa dengan panggilan kota tahu. Kota ini terletak di provinsi Jawa Timur. Kota kediri adalah kota terbesar ketiga setelah Kota Surabaya dan Kota Blitar yang berada di Jawa Timur berdasarkan jumlah penduduk.
Sebagimana kota-kota lainnya yang memiliki simbol untuk menujukkan identitasnya, Kota Kediri memilki sebuah lambang unik yang terdiri dari buto locoyo, perisai, macan putih (Sri Aji Joyoboyo), bunga melati, padi dan kapas, dewi kilisuci, sayap berbulu 17 dan delapan, ekor berbulu empat dan lima serta sebuah pita memanjang yang bertuliskan 'Djojo ing Bojo' yang memiliki arti mengalahkan marabahaya.
Tidak hanya lambang yang menjadi simbol Kota Kediri, warna juga turut menjadi identitas Kota Kediri. Perpaduan warna hijau dan kuning merupakan kombinasi yang istimewa bagi rakyat kota kediri.
Dilansir dari laman resmi Kota Kediri, perpaduan warna kuning dan hijau memvisualkan hubungan yang harmonis antara sungai brantas dan kesuburan tanah di sepanjang tepinya. Sementara itu, pada abad X warna kuning diilustrasikan sebagai warna yang melambangkan kebesaran dan kemegahan tampuk pimpinan.
Sedangkan hijau merupakan sebuah warna yang melambangkan kemakmuran tanah dan rakyat. Dilansir dari laman Dandelion Chandelier, kata kuning berasal dari bahasa Proto-Indo-European yang artinya cerah, berkilauan dan berseru.
Pernyataan ini selaras dengan arti warna kuning bagi kediri yang menggambarkan sebuah kebesaran dan kemegahan. Sebab kuning merupakan warna yang benderang dan bersinar.
Di sisi lain warna kuning juga disebut-sebut sebagai warna yang lebih menarik dibanding warna lainnya. Sebagai contoh, saat melihat sebuah benda dari jarak jauh yang berwana kuning, pada awalnya yang pertama dikenali adalah warnanya, hal ini terjadi karena mata manusia memproses warna kuning terlebih dahulu.
Di samping itu dilansir dari 99designs, hijau berarti alam, pertembuhan dan harmoni serta kekayaan dan stabilitas. Hal pertama yang ada dipikiran saat memikirkan wana hijau asalah tanaman dan hasil bumi. Apapun itu yang berkaitan dengan alam seperti tidak lepas dari warna hijau.
Bahkan di Timur Tengah, hijau juga dikaitkan dengan kekayaan dan kesuburan.
Pernyataan ini juga selaras dengan arti warna hijau bagi kota kediri yang melambangkan kemakmuran tanah dan rakyat.
Ketika melihat sebuah tanaman yang segar daunnya berwarna hijau, begitu pula saat melihat tamaman yang baru tumbuh, daunnya juga memiliki warna hijau. Hampir semua di alam yang menunjukkan sebuah kesuburan bagi pohon atau tumbuhan lainnya adalah warna hijau.
Bahkan terkadang penilaian apakah tanaman ini sehat atau tidak dilihat dari warnanya, masihkah daunnya berwarna hijau atau justru bergerak berubah kekuningan?
Dikutip dari laman resmi Kota Kediri, seorang tokoh bernama Chu Ku Fei pernah mengunjungi Kediri pada abad ke XII. Chu Ku Fei menyatakan bahwa warna kuning dan hijau merupakan warna hiasan gedung-gedung resmi.
Berdasarkan pernyataan tersebut, Prof. Dr. N.J. Krom R.A Kern dalam bukunya 'Geschiedenis van Nederlandsch Indie', menulis 'Rumah-rumah yang indah tampak jelas terhias dengan ubin-ubin kuning dan hijau'.
Pernyataan-pernyataan tersebut semakin mendukung sebuah afirmasi mengapa kombinasi warna kuning dan hijau menduduki tempat yang istimewa di hati rakyat kediri. Sebab keduanya sudah dikenal lama oleh rakyat kediri.