
Puluhan warga yang terdampak pembangunan tol Gilimanuk-Mengwi saat melakukan aksi pemasangan baliho pada 14 Januari lalu. (Foto: Juliadi/Radar Buleleng)
JawaPos.com - Puluhan warga terdampak proyek pembangunan jalan tol Gilimanuk-Mengwi sudah dua pekan ini melakukan pemasangan baliho berukuran jumbo.
Pemasangan baliho tersebut dilakukan warga sebagai bentuk protes kepada Presiden Jokowi yang belum juga memberikan kejelasan terkait pembangunan proyek tol Gilimanuk-Mengwi tersebut.
Pasalnya, hingga Jumat (2/2) kemarin, belum ada kejelasan informasi dari Pemerintah Pusat terkait proyek jalan bebas hambatan yang bakal melintasi 7 kecamatan dengan 15 desa di Kabupaten Tabanan tersebut.
Ketidakjelasan informasi terkait proyek tol Gilimanuk-Mengwi tersebut juga membuat warga terdampak tol merasa putus asa.
Bagaimana tidak, tanah-tanah dan lahan-lahan sudah diberikan tanda patok batas untuk jalan, akan tetapi ganti rugi lahan tersebut tidak kunjung datang dari pemerintah.
Ketua Forum Perbekel Terdampak Jalan Tol Mengwi-Gilimanuk, I Nyoman Arnawa menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada kabar dari pemerintah pusat, dalam hal ini kementerian PUPR soal kejelasan tol.
Bahkan, berdasar informasi terbaru yang didapat, jalan tol Mengwi-Gilimanuk belum ada masuk anggaran pada APBN 2024.
"Anggaran tol nol infonya, tak masuk APBN pusat, jadi kemungkinan 2024 belum ada kejelasan," kata Arnawa seperti dikutip dari Radar Buleleng (Jawa Pos Group), Sabtu (3/2).
Dengan tidak masuknya proyek tol dalam ABPN tersebut, warga terdampak tol Mengwi-Gilimanuk semakin merasa ragu dan bingung dengan proyek tol tersebut.
"Ini warga dibawah sudah gak karuan, galau sudah pada putus asa, karena mereka digantung oleh pemerintah setelah dipasang patok. Jujur bingung sekali, mau bongkar patok," ujar Arnawa.
Meskipun baru ada informasi demikian terkait tol Gilimanuk-Mengwi, Arnawa berharap pemerintah pusat segera memberikan informasi yang lebih rinci dan detail soal kelanjutan proyek tol.
"Jangan warga terdampak digantung seperti ini dan dibiarkan menunggu dan menunggu," imbuhnya.
Sementara itu, hal serupa juga diungkapkan oleh Perbekel Desa Antosari, I Nyoman Agus Suryawan yang mengatakan bahwa sampai hari ini belum ada respon dari pemerintah setempat setelah pihaknya bersama warga terdampak melakukan pemasangan baliho di Jalan Antosari Pupuan.
Saat ini warga sangat kecewa dengan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi karena tidak adanya perjuangan yang dilakukan terhadap keberlanjutan proyek tersebut. Padahal warga sudah setuju dibangun tol, tapi malah digantung.
"Jujur tiang (saya) sebagai warga yang juga terdampak tol semakin pasrah, dibawah sudah carut marut kondisi sekarang," ungkapnya.

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
