
Bus Sugeng Rahayu memiliki fans yang bernama SG Lovers. (sumbergroupbus)
JawaPos.com – Baru-baru ini, Bus Sugeng Rahayu menjadi perbincangan karena insiden kecelakaan yang melibatkan mereka dengan seorang pengendara motor hingga tewas, di Jalan Raya Letjend Sutoyo, Waru, Sidoarjo.
Terbaru, sopir bus Yudi Andriawan yang berusia 31 tahun ditetapkan menjadi tersangka. Mengutip Radar Sidoarjo, pada Selasa (30/1), AKP Ony Purnomo, selaku Kanit Gakkum Satlantas Polresta Sidoarjo mengungkapkan bahwa sopir diputuskan bersalah, setelah dilakukan penyelidikan dan pemeriksaan.
"Sopir sudah ditetapkan jadi tersangka. Akan kita limpahkan berkasnya ke kejaksaan," ujarnya. Diketahui, tersangka berasal dari Desa Kurahan, Kecamatan Ronggot, Kabupaten Nganjuk. Sedangkan korban, Sugeng Santoso, pria 37 tahun warga Dusun Karangpoh, Desa Ponokawan, Kecamatan Krian, Sidoarjo
Meski banyak insiden yang menimpa, bus yang identik dengan gambar lumba-lumba itu tetap menjadi primadona transportasi untuk masyarakat seputaran Surabaya-Jogjakarta, yang meliputi Sidoarjo, Mojokerto, Jombang, Nganjuk, Madiun, Ngawi, Sragen, Solo, Klaten hingga Jogja.
Salah satu Bus Mania yang bernama Gustomi Sutioso, menjelaskan mengapa Sugeng Rahayu tak pernah benar-benar kehilangan pelanggan setianya, meski telah banyak insiden kecelakaan yang menimpa mereka.
Gustomi menerangkan bahwa faktor pertama kejayaan Sugeng Rahayu adalah, meski segmen mereka yang terkenal adalah bus ekonomi, tetapi mereka melayani banyak rute atau trayek untuk pelanggan setianya.
“Mereka (Sugeng Rahayu) ini trayeknya banyak, mulai dari Surabaya-Solo, Surabaya-Jogja, Surabaya-Semarang, bahkan ada Surabaya-Cirebon, ada juga Surabaya-Purwokerto, bahkan Surabaya-Bandung juga,” kata Gustomi saat dihubungi JawaPos.
Selain itu, faktor lain yang bisa membuat bus dari Sumber Group tersebut diterima dari berbagai kalangan adalah segmen yang mereka tawarkan bukan hanya ekonomi, tapi ada juga eksekutif atau patas.
“Sugeng Rahayu punya ekonomi yang warna biru gambar lumba-lumba itu, punya juga yang eksekutif yang (warna) merah-kuning, jadi mereka dapat pasarnya dari beberapa kalangan,” lanjut pria 24 tahun itu.
Selanjutnya, alasan utama Sugeng Rahayu memiliki pelanggan setia adalah membangun customer relationship, yang merupakan ide untuk menimbulkan interaksi antara perusahaan dan konsumen.
“Secara sengaja atau tidak, mereka membangun customer relationship, kayak ngasih nama ke armadanya. Misal S 7083 UZ dinamain Stut Jack, ini biasanya yang Semarangan (rute Surabaya-Semarang),” jelas pria yang kerap disapa Tomi.
Penamaan tersebut secara tak langsung membuat Sugeng Rahayu memiliki relasi yang baik dengan pelanggan setianya. Di sisi lain, timbul rasa bangga dari pelanggan yang bisa menghafalkan julukan-julukan dari setiap armadanya.
Meski terkesan ugal-ugalan, Gustomi menerangkan bahwa hal tersebut menjadi adrenalin tersendiri untuk beberapa orang.
“Gaya pegas dari bus kan lebih besar daripada mobil, ya. Jadi ada adrenalin tersendiri untuk mereka yang bisa menikmati,” katanya saat ditanya tentang Sugeng Rahayu yang ugal-ugalan.
Gustomi Sutioso adalah Bus Mania yang berasal dari Pemalang, namun dalam kurun tahun 2011 hingga 2018, ia berdomisili di Jombang, sehingga bisa menjadi pecinta bus.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
