Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 29 Januari 2024 | 19.52 WIB

Jenazah 4 Korban Bus Pariwisata di Gresik Asal Pandaan Dimakamkan di Dua Liang Kubur, Kepala Desa Beri Penjelasan 

Proses pemakaman empat jenazah asal Dusun Jeta, Desa Karangjati, Pandaan, Pasuruan pada hari Minggu (28/1) pagi di TPU Dusun Jetak.

JawaPos.com – Jenazah 4 korban kecelakaan bus pariwisata di Gresik asal Dusun Jetak, Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan tiba di rumah duka dengan dibawa ambulans yang berbeda pada hari Minggu (28/1) kemarin.

Setibanya ambulans di lokasi rumah duka tepatnya di RT 04/RW 09 Dusun Jetak, Desa Karangjati, Pandaan, suara tangisan pecah dan semakin terdengar keras ketika jenazah diturunkan dari ambulans masing-masing.

Keempat korban itu bernama Anik, 55, Auliyah Mahfiroh Rahmadani, 17, Noman Alif Agustiyayah, 28, dan Utanta Ihza Mahendra, 17, seperti dilansir dari Radar Bromo (JawaPos Group).

Korban meninggal ada lima orang dan empat di antaranya warga desa kami. Lima ambulans berangkat dari Gresik beriringan membawa jenazah para korban” ujar Kuyatip selaku Kepala Desa Karangjati.

Ambulans yang membawa keempat jenazah itu diberangkatkan dari Gresik sekitar pukul 09.00 WIB dan tiba di Dusun Jetak pada pukul 10.00 WIB.

Sebelumnya diketahui kecelakaan di Jalan Raya Daendels Gresik Utara tepatnya Jalan Raya Desa Kemangi, kecamatan Bungah, Gresik tersebut melibatkan bus pariwisata dengan dump truk memakan lima korban jiwa.

Empat korban merupakan warga Desa Karangjati, sementara satu korban lainnya merupakan warga Desa Wedoro, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan. Sebelum dimakamkan, empat jenazah itu terlebih dahulu disalatkan di Masjid Dusun Jetak.

Setelah disalatkan, keempat jenazah itu lalu dibawa ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dusun Jetak yang berjarak sekitar 400 meter dari lokasi rumah duka. Dalam kondisi hujan gerimis keempat jenazah diantarkan beriringan dengan isak tangis keluarga dan warga sekitar.

Sesampainya di TPU, keempat jenazah itu lantas dimakamkan pada dua liang kubur. Jenazah Anik dan Auliyah Mahfiroh Rahmadani yang merupakan ibu dan anak dimakamkan dalam satu liang kubur.

Begitu juga jenazah Noman Alif Agustiyayah dan Utanta Ihza Mahendra yang merupakan kakak beradik dan dimakamkan dalam satu liang kubur.

“Korban ibu dan anak dimakamkan jadi satu liang kubur, demikian juga dengan korban kakak dan adik yang dimakamkan jadi satu. Jadi empat korban dimakamkan dalam dua liang kubur” kata Sugeng Cahyono, 49, relawan kematian dari Dusun Jetak.

Sementara satu jenazah lain yang merupakan warga Dusun Sentir, Desa Wedoro bernama Kasmini, 63, juga langsung dimakamkan tidak lama setelah jenazah tiba di rumah duka dan dimakamkan di TPU Dusun Sentir.

“Korban (Kasmini) merupakan warga desa kami, jenazah dimakamkan pada sekitar pukul 10.00 WIB di TPU Dusun Sentir. Langsunng dimakamkan beberapa menit setelah tiba di rumah duka” ujar Jupri selaku Kepala Desa Wedoro.  

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore