Proses pemakaman empat jenazah asal Dusun Jeta, Desa Karangjati, Pandaan, Pasuruan pada hari Minggu (28/1) pagi di TPU Dusun Jetak.
JawaPos.com – Jenazah 4 korban kecelakaan bus pariwisata di Gresik asal Dusun Jetak, Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan tiba di rumah duka dengan dibawa ambulans yang berbeda pada hari Minggu (28/1) kemarin.
Setibanya ambulans di lokasi rumah duka tepatnya di RT 04/RW 09 Dusun Jetak, Desa Karangjati, Pandaan, suara tangisan pecah dan semakin terdengar keras ketika jenazah diturunkan dari ambulans masing-masing.
Keempat korban itu bernama Anik, 55, Auliyah Mahfiroh Rahmadani, 17, Noman Alif Agustiyayah, 28, dan Utanta Ihza Mahendra, 17, seperti dilansir dari Radar Bromo (JawaPos Group).
“Korban meninggal ada lima orang dan empat di antaranya warga desa kami. Lima ambulans berangkat dari Gresik beriringan membawa jenazah para korban” ujar Kuyatip selaku Kepala Desa Karangjati.
Ambulans yang membawa keempat jenazah itu diberangkatkan dari Gresik sekitar pukul 09.00 WIB dan tiba di Dusun Jetak pada pukul 10.00 WIB.
Sebelumnya diketahui kecelakaan di Jalan Raya Daendels Gresik Utara tepatnya Jalan Raya Desa Kemangi, kecamatan Bungah, Gresik tersebut melibatkan bus pariwisata dengan dump truk memakan lima korban jiwa.
Empat korban merupakan warga Desa Karangjati, sementara satu korban lainnya merupakan warga Desa Wedoro, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan. Sebelum dimakamkan, empat jenazah itu terlebih dahulu disalatkan di Masjid Dusun Jetak.
Setelah disalatkan, keempat jenazah itu lalu dibawa ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dusun Jetak yang berjarak sekitar 400 meter dari lokasi rumah duka. Dalam kondisi hujan gerimis keempat jenazah diantarkan beriringan dengan isak tangis keluarga dan warga sekitar.
Sesampainya di TPU, keempat jenazah itu lantas dimakamkan pada dua liang kubur. Jenazah Anik dan Auliyah Mahfiroh Rahmadani yang merupakan ibu dan anak dimakamkan dalam satu liang kubur.
Begitu juga jenazah Noman Alif Agustiyayah dan Utanta Ihza Mahendra yang merupakan kakak beradik dan dimakamkan dalam satu liang kubur.
“Korban ibu dan anak dimakamkan jadi satu liang kubur, demikian juga dengan korban kakak dan adik yang dimakamkan jadi satu. Jadi empat korban dimakamkan dalam dua liang kubur” kata Sugeng Cahyono, 49, relawan kematian dari Dusun Jetak.
Sementara satu jenazah lain yang merupakan warga Dusun Sentir, Desa Wedoro bernama Kasmini, 63, juga langsung dimakamkan tidak lama setelah jenazah tiba di rumah duka dan dimakamkan di TPU Dusun Sentir.
“Korban (Kasmini) merupakan warga desa kami, jenazah dimakamkan pada sekitar pukul 10.00 WIB di TPU Dusun Sentir. Langsunng dimakamkan beberapa menit setelah tiba di rumah duka” ujar Jupri selaku Kepala Desa Wedoro.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
