Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 20 Januari 2024 | 01.11 WIB

Kawasan Wisata Pecinan di Malang Resmi di Renovasi, Berikut Kronologi dan Biaya yang Dikeluarkan

Kawasan Pecinan Malang mulai direnovasi dan diperbarui. - Image

Kawasan Pecinan Malang mulai direnovasi dan diperbarui.

JawaPos.com–Rencana Pemerintah Kota Malang untuk memoles kawasan Pecinan kembali bergulir. Dokumen kajian yang disusun sejak tahun lalu akhirnya rampung.

Sejumlah penataan bakal dilakukan mulai pelebaran jalur pedestrian hingga menanam kabel ke bawah tanah. Untuk merealisasikannya, pemkot butuh anggaran sedikitnya Rp 8 miliar. Jika memungkinkan anggaran tersebut paling cepat diusulkan pada perubahan anggaran keuangan atau perubahan APBD 2024.

”Tergantung ketersediaan anggaran apakah nanti bisa ditambah atau tidak,” ujar Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Kota Malang Nyoto kepada Radar Malang (JawaPos Group) dilansir pada Jumat (19/1).

Dalam dokumen kajian yang sudah tersusun, penataan akan dilakukan di sepanjang jalan kawasan Pecinan sepanjang 1.080 meter. Terutama di kawasan jalur pedestrian.

Pemkot akan melakukan pelebaran kurang lebih 3 meter. Mengingat lebar jalur pedestrian di sana masih 1,5 meter. Selain jalur pedestrian, ada penambahan lampu hias, kursi, dan bollard yang sama seperti di Kajoetangan Heritage.

”Kemudian di bawah jalur pedestrian ada saluran kabel bawah tanah. Harapannya nanti tidak ada lagi kabel semrawut di sana,” tambah Nyoto.

Ditanya terkait penataan pada aspek lain seperti pedagang kaki lima. Nyoto menyebut, belum sampai ke sana. Rencana penataan fokus pada kondisi fisik.

Menanggapi hal itu, pemerhati budaya Tionghoa Kota Malang Bambang AW menilai, penataan kawasan Pecinan jadi langkah baik. Namun sebelum melakukan penataan masyarakat di sana harus diajak diskusi bersama.

”Jangan sampai penataan malah mematikan bisnis mereka yang sejak dari dulu di sana,” tegas Bambang.

Dia memberi contoh penataan di Kajoetangan Heritage. Di sisi lain ekonomi mampu bangkit, tetapi ada toko-toko yang tutup dan beralih jadi kafe.

Soal konsep penataan, Bambang menyarankan agar Pemkot Malang bisa melihat kawasan Pecinan di tempat lain. Misalnya Pecinan di Penang (Malaysia) dan Medan. Selain ditata, di sana masyarakat mendapat subsidi untuk memperbaiki wajah toko.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore