
Ilustrasi Juru Parkir (Jukir) di area stasiun Tulungagung.
JawaPos.com – Penerapan kebijakan parkir konvensional dengan menggunakan karcis di Tulungagung yang telah berlangsung selama beberapa pekan, kembali berbuntut panjang.
Pasalnya, penerapan kebijakan parkir konvensional tersebut menimbulkan masalah yang lebih besar, yakni munculnya kecurangan dari para juru parkir (jukir).
Alih-alih menerapkan metode parkir konvensional, para jukir justru memanfaatkan kesempatan dengan menarik tarif parkir yang lebih besar hingga Rp10 ribu untuk kendaraan roda empat.
Padahal sudah jelas, tercantum dalam kebijakan parkir konvensional yang sudah disosialisasikan sebelumnya, tarif parkir untuk kendaraan roda empat tersebut hanya sebesar Rp3.000 saja.
Pernyataan tersebut bermula dari pengalaman yang kurang mengenakkan dari salah satu warga Tulungagung dengan insial JK yang hendak memarkirkan kendaraan roda empat miliknya di Jalan Basuki Rahmat Tulungagung, pada Minggu (14/1).
Sesaat setelah ia datang untuk memarkirkan kendaraannya di jalan tersebut, ia mengaku tidak ada satupun jukir yang melayaninya. Ia pun tidak diberi karcis oleh petugas jukir karena saat dia sampai mereka tidak ada.
Namun, saat hendak pulang, sekitar pukul 11.00 WIB siang, tiba-tiba ada seorang Jukir yang mengenakan seragam resmi dari Dinas Perhubungan (Dishub) Tulungagung mendatanginya.
Sontak ia kaget ketika petugas jukir itu meminta tarif parkir untuk roda empat dengan nominal sampai Rp10 ribu.
“Saya tidak dapat karcis parkir, tiba-tiba saat mau pulang itu didatangi petugas jukir dan meminta tarif parkir sampai Rp10 ribu," kesal JK dikutip dari Radar Tulungagung, Selasa (16/1).
JK pun tak terima dan lantas mempertanyakan hal tersebut ke jukir itu.
"Sontak saya pertanyakan, setau saya tarif parkir mobil saat ini adalah Rp3.000, kenapa ini kok menjadi Rp10 ribu, apalagi tanpa karcis,” ujar JK.
Menurut pengakuannya, tingkah nyeleneh Jukir itu tak selesai sampai disitu saja. JK menceritakan bahwa sempat ada negoisasi yang terjadi antara dirinya dan sang jukir.
Karena menolak membayar Rp10 ribu, petugas Jukir itu pun memberikan dua buah karcis kearahnya.
Setelah itu, jukir tersebut pun segera memintanya untuk membayar dobel dengan dalih sudah memberikan dua karcis kepadanya. "Tapi tetap saya tolak dan saya beri Rp 3.000 saja,” pungkas JK.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
