Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 10 Januari 2024 | 18.03 WIB

Bukan Hanya Lamongan, Khofifah juga Perluas Trans Jatim dari Surabaya ke Bangkalan

DIMINATI: Okupansi bus Trans Jatim koridor III rute Mojokerto–Gresik terus mengalami kenaikan. Bahkan, tembus 4 ribu penumpang per hari. - Image

DIMINATI: Okupansi bus Trans Jatim koridor III rute Mojokerto–Gresik terus mengalami kenaikan. Bahkan, tembus 4 ribu penumpang per hari.

JawaPos.com–Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa terus melakukan perluasan terhadap jangkauan rute Trans Jatim. Mulai dari Surabaya, Lamongan, Mojokerto, hingga Madura.

Rencananya, di Koridor V dengan rute Surabaya-Bangkalan diprioritaskan untuk ditambah. Khofifah menyatakan, hal itu akan membantu masyarakat setempat untuk lebih menjangkau pusat ekonomi dan pemerintahan di Surabaya.

”Tentunya dengan pilihan transportasi yang lebih aman, nyaman, tepat waktu, terjangkau, dan berkeselamatan,” ujar Khofifah.

”Masing-masing untuk koridor IV dan V akan disiapkan  20 armada. Semoga bisa bermanfaat bagi masyarakat,” sambung dia.

Pemerintah Provinsi Jatim telah merealisasikan bus Trans Jatim di tiga koridor. Masing-masing koridor 1 meliputi Sidoarjo - Surabaya – Gresik untuk menunjang aktivitas masyarakat. Utamanya mereka yang bekerja yang diresmikan Gubernur Khofifah pada 19 Agustus 2022.

Kemudian koridor 2 meliputi Mojokerto – Sidoarjo diresmikan Gubernur Khofifah pada tanggal 20 Agustus 2023 dengan misi membantu mengurangi emisi gas buang di Jawa Timur. Sedangkan koridor 3 meliputi Mojokerto – Gresik diresmikan pada 18 Oktober 2023 dengan misi mengembangkan sekaligus memudahkan akses ke sektor pariwisata di Jawa Timur khususnya di wilayah yang dilintasi Koridor III.

”Untuk jumlah bus di koridor 1 sampai 3 total sebanyak 70 armada. Koridor 1 sebanyak 30 armada sedangkan koridor 2 dan 3 masing-masing 20 armada bus,” ujar Khofifah.

Lebih lanjut Khofifah mengatakan, hadirnya moda bus Trans Jatim direspons baik oleh masyarakat. Mereka berbondong-bondong memanfaatkan alat transportasi massal untuk menunjang aktivitas yang hemat secara ekonomis dan efisien dari sisi waktu.

Tercatat, pada 2023, sudah ada 3 koridor yang beroperasi. Koridor I berhasil memindahkan atau pola shifting masyarakat yang sebelumnya menggunakan kendaraan pribadi (R2/R4) beralih menggunakan Trans Jatim dengan Loadfactor 115 persen.

”Diakumulasikan rata-rata penumpang per hari di Koridor I sebanyak 4.500 – 5.000 orang yang terangkut,” kata Khofifah.

Untuk itu, lanjut Khofifah, Pemprov Jawa Timur menambah 10 armada bus di koridor pertama yang diresmikan pada 14 April 2023. Sehingga total terdapat 30 armada bus untuk koridor I.

”Trans Jatim menghubungkan antar wilayah yang sebelumnya tidak ada layanan angkutan umum, utamanya seperti rute yang dilalui Trans Jatim Koridor III,” ujar Khofifah.

”Kehadiran Trans Jatim memberikan wadah bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan penjualan, mengingat bus Trans Jatim berhenti di terminal. Serta meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Jawa Timur melalui pendapatan tiket ataupun non tiket (advertising),” imbuh dia.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore