INSIDEN MAUT: Kondisi bus Restu yang menabrak trailer pengangkut paku bumi di tol Solo-Kertosono Km 567 B, Ngawi, kemarin (3/1).
JawaPos.com – Dari spion, Muhammad Basri melihat dua bus lain yang serombongan dengannya jauh tertinggal. Karena itu, pengemudi bus Restu bernopol N 7223 UF itu berusaha masuk ke jalur lambat di tol Solo–Kertosono (Soker) Km 567 B yang masuk Desa Bangunrejo Kidul, Kedunggalar, Ngawi, Jawa Timur.
Tapi, suasana gelap pada kemarin (3/1) dini hari sekitar pukul 02.30 itu membuat Basri tidak melihat bahwa di depannya, juga di jalur lambat, ada truk trailer pengangkut paku bumi.
Kaget, Basri segera membanting setir ke kanan. Tapi, manuver itu gagal. Bagian kiri bus menumbuk atau menabrak sisi kanan belakang truk. ”Karena jaraknya terlalu dekat,” ujar Basri.
Tabrakan berakibat tiang pancang terdorong kuat ke arah depan. Ruang kemudi truk ringsek seketika.
”Kondisinya gelap dan tidak ada penanda di belakang truk,” beber sopir 48 tahun itu sembari mengaku memacu bus dengan kecepatan 90 kilometer per jam seperti dilansir Jawa Pos Radar Ngawi.
Bus yang disopiri Basri mengangkut 36 guru SMP Charis National Academy, Kota Malang. Bersama dua bus lain, rombongan tersebut dalam perjalanan untuk liburan ke Jogjakarta.
Kecelakaan itu mengakibatkan dua orang kehilangan nyawa. Masing-masing kernet bus, Anugerah Aviciena Arif, 23, asal Desa Kedawung Kulon, Grati, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Dan, kernet truk, David Angga Fauzi, 30, yang ber-KTP di Desa Ngrame, Pungging, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.
David meninggal setelah tertimpa paku bumi alias tiang pancang selama sekitar 3,5 jam. Butuh alat berat untuk mengevakuasinya. Selama berjam-jam itu pula dia mengaduh kesakitan menunggu pertolongan.
”Berhasil dievakuasi sekitar pukul 06.00 setelah mendatangkan crane dari Jawa Tengah. Kernet truk meninggal saat dibawa ke rumah sakit,” kata Kasatlantas Polres Ngawi AKP M. Sapari kemarin (3/1).
Selain itu, tujuh orang terluka. Mereka dirawat di RS Widodo dan RSI At-Tin Husada.
Lima di antaranya penumpang bus. Dua lainnya Basri dan Suwigyo, 55, sopir truk. Keduanya beralamat sama dengan masing-masing kernet.
Elfa, salah seorang penumpang bus yang disopiri Basri, mengenang sesaat sebelum kecelakaan bus berjalan tidak stabil. ”Saya merasa busnya kayak ular,” kata Elfa sembari menggeliang-geliutkan tangan kanannya menirukan gerakan ular.
Pengangkatan dua kendaraan yang terlibat laka berlangsung lebih lama daripada evakuasi sopir serta kernet. Sapari menyebutkan, bus dan truk trailer berhasil dievakuasi pukul 11.00.
Hujan yang mengguyur kawasan TKP disebut sebagai kendala. ”Perlu ekstrahati-hati agar pengguna tol tetap aman,” ujarnya.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
