
Korban mutilasi itu bernama Made Sutarini. Perempuan berusia 55 tahun itu diduga dibunuh oleh pasangannya sendiri, Jimmy.
JawaPos.com–Polres Malang Kota Jawa Timur beberkan fakta-fakta baru dalam kasus mutilasi yang dialami Ni Made Sutarini, warga Serayu, Kota Malang. Made Sutarini tewas di tangan Jimmy alias JM secara biadab dan kejam.
Kasatreskrim Polresta Malang Kota Kompol Danang Yudanto mengatakan, Made Sutarini dimutilasi menjadi 10 bagian oleh JM. Saat ini, JM ada di Mapolresta Malang Kota.
”Setelah korban meninggal, selanjutnya tubuh korban dipotong-potong menggunakan pisau besar (parang) dan pisau kecil menjadi 10 bagian,” ujar Kompol Danang Yudanto kepada JawaPos.com.
Danang mengungkapkan, sebelum memutilasi, JM memukul kepala Made Sutarini dengan tangan lalu mencekik leher korban hingga tak berdaya. Made Sutarini diperkirakan mengembuskan napas terakhirnya pada pukul 11.00.
”Kami langsung melakukan olah TKP begitu mendapatkan laporan terkait ini. Saat ini, JM masih dilakukan pemeriksaan secara intensif,” terang Danang.
Sebelumnya, warga Serayu Blimbing, Kota Malang, geger pada Minggu (31/12). Hal itu berawal dari unggahan akun X @joshuanade tentang kabar tetangganya yang menjadi korban mutilasi di Serayu, Malang, Jawa Timur.
Dalam akun X milik Joshuanade itu disampaikan, korban mutilasi tersebut bernama Made Sutarini. Perempuan berusia 55 tahun itu diduga dibunuh pasangannya sendiri, Jimmy.
Joshuanade menyampaikan, sebelum ditemukan, para tetangga termasuk dirinya, mendengar ada keributan dari kediaman Made. Keributan terdengar terjadi pada 30 Desember sekitar pukul 09.00.
Mendengar keributan itu, warga dan RW setempat melapor ke Babinsa. Disampaikan oleh Babinsa jika pihaknya akan menunggu perkembangan setelah keributan.
”Keributan berhenti setelah terdengar suara brak,” tulis Joshuanade.
Nah, hari ini, paman Joshuanade diminta tolong oleh Jimmy untuk mengangkat lemari. Berawal dari permintaan tolong itu, terkuak potongan tubuh Made terlihat.
”Kondisi rumah Bu Made terlihat berantakan. Dan, salah satu potongan tubuh sudah berserakan. Pak De langsung lari kebetulan pintu rumah Bu Made tidak dikunci. Lalu Pak De diteriaki Pak Jimmy,” terang Joshuanade dalam akun X miliknya.
Dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kapolresta Malang Kota Kombespol Budi Hermanto membenarkan insiden tersebut. Namun, Budher, sapaan akrab Budi Hermanto, menyampaikan bahwa pihaknya membutuhkan waktu untuk pendalaman lebih lanjut.
”Kami masih dalami lebih lanjut. Masih ada pemeriksaan dengan tetangga terus ke keluarga,” ujar Budi Hermanto, alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 2000 itu.
Polisi yang pernah mengungkap kasus tiga kuintal sabu-sabu asal Malaysia pada 6 Agustus 2020 itu menambahkan, pihaknya akan sampaikan ke publik jika penyidikan sudah selesai.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
