
Suasana JLS Lot 6A Tulungagung.
JawaPos.com–Polemik terkait pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS) Tulungagung seperti tak pernah ada habisnya. Mulai dari banyaknya kendaraan yang parkir di badan jalan, pembangunan warung tak berizin, hingga persoalan terkait sampah.
Permasalahan baru mengenai banyak sampah di JLS Tulungagung itu diduga karena ramainya pengunjung yang berwisata dan masifnya lapak pedagang di tepi JLS.
Pengelolaan sampah di wilayah JLS Tulungagung masih belum diperhatikan secara khusus. Di sepanjang jalan belum ditemukan tempat-tempat untuk membuang sampah. Ditambah lagi kurangnya kesadaran dari para pengunjung untuk menjaga kebersihan. Sehingga masih sering ditemukan pengunjung yang membuang sampah di sembarang tempat di JLS Tulungagung.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung maupun Perhutani Jatim masih belum turun tangan untuk mengatasi persoalan sampah di kawasan tersebut. Dilansir dari Radar Tulungagung (JawaPos grup), Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tulungagung Deddy Eka Purnama menuturkan, sampai saat ini masih belum ada kerja sama terkait pengelolaan sampah di JLS Tulungagung.
Koordinasi antara Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Pemerintah Desa (Pemdes) Keboireng dan Besuki, serta para pedagang yang membangun warung atau lapak di jalur tersebut masih belum terjalin. Hal itu karena status jalan tersebut bukan kewenangan dari Pemkab Tulungagung.
”Pemkab merasa tidak ada hak untuk melakukan tindakan penyelesaian,” ujar Deddy Eka Purnama.
DLH Tulungagung, lanjut dia, sempat menanyakan perihal permasalahan sampah di JLS Tulungagung itu pada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Namun KLHK menjawab itu bukan kewenangan mereka.
”Sebenarnya kita sudah minta rekomendasi ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), tapi mereka menjawab bahwa jalan tersebut bukan kewenangan kementerian (KLHK),” ungkap Deddy.
Alasan itu yang akhirnya membuat Pemkab Tulungagung urung untuk menyediakan tempat pembuangan sementara (TPS) ataupun tempat sampah di kawasan tersebut. Sebab, jenis sarana tersebut mungkin memang sengaja tidak dipasang oleh pengelola JLS.
”Untuk sementara, DLH Tulungagung hanya bisa memberikan imbauan kepada para pengunjung yang datang ke JLS, agar dapat memperhatikan sampahnya masing-masing,” ucap Deddy Eka Purnama.
Dia menambahkan, DLH Tulungagung menyarankan, masyarakat membawa kantong sampah sendiri. Agar sampah tersebut bisa dibawa pulang dan dibuang di tempat sampah. Sehingga, area JLS tetap bersih.
”Mungkin yang ada adalah tempat sampah yang disediakan para pedagang itu, atau tempat sampah masing-masing pantai di kawasan selatan Tulungagung,” papar Deddy.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
