Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 14 Desember 2023 | 18.11 WIB

Psikiatri Ungkap Isi Percakapan Aldi Nababan sebelum Bunuh Diri beserta Analisa dari Sisi Psikologis

Kapolresta Denpasar Kombespol Bambang Yugo Pamungkas, Bid Labfor Polda Bali, Forensik RSUP Prof Ngoerah dan RS Bhayangkara Medan, serta Psikiatri mengungkap penyebab kematian Aldi. (Bali Express) - Image

Kapolresta Denpasar Kombespol Bambang Yugo Pamungkas, Bid Labfor Polda Bali, Forensik RSUP Prof Ngoerah dan RS Bhayangkara Medan, serta Psikiatri mengungkap penyebab kematian Aldi. (Bali Express)

JawaPos.com - Dokter Forensik Psikiatri RSUP Prof Dr IGNG Ngoerah, Lely Setiawati Kurniawan selaku psikiater yang turut menangani kasus bunuh diri Aldi Sahilatua Nababan memberikan analisisnya dalam ranah psikologi.

Terungkap bahwa pemuda itu memang sudah berencana untuk bunuh diri dari jauh-jauh hari. Namun, ia pun diketahui sempat beberapa kali gagal dalam percobaan bunuh diri sebelumnya akhirnya mahasiswa itu dapat mengakhiri hidupnya.

Dikutip Radar Bali (JawaPos Grup), pada kesempatan itu, dr. Lely Setiawati pun membongkar beberapa pesan dari banyaknya percakapan Aldi kepada kekasihnya yang membuktikan bahwa dirinya memang meninggal karena bunuh diri.

Pada 21 Maret 2023 Aldi mengirimkan pesan yang berisi kalimat, "aku gak bosan sama kamu, aku mau sama kamu, ini semua bukan tentang kamu lo, ada yang salah di diriku aku gak tau apa ini, tapi aku selalu cemas, aku pingin semua baik-baik saja tapi tidak pernah sesuai dengan keinginan".

Dari kalimat tersebut, dr. Lely mengungkap bahwa Aldi ingin berbuat lebih baik lagi, tapi tidak berhasil dan terus dihantui dengan rasa bersalah akan dirinya sendiri. Semua itu merupakan salah satu ciri gangguan depresi.

Lalu ada lagi sebuah pesan, "Gak taulah biar kamu yang menilai, aku juga sudah nyerah dengan hidupku, tinggalin aja aku, aku juga gak berhak dapat cinta dari siapapun".

Dari Analisa dr. Lely, kalimat tersebut menandakan bahwa Aldi merasa tidak  berharga lagi. Ungkapan putus asa dan rasa tidak berharga terhadap diri sendiri juga merupakan tanda depresi. 

Kemudian ada percakapan Mei 2023, "Di satu sisi aku gak kuat hidup ini, tapi aku punya rasa tanggung jawab yang kuat, aku harus bisa bantu keluarga bangkit, aku harus bisa bantu adik adiku jalani hidup yang lebih baik biar gak kayak aku".

Percakapan ini menandakan bahwa Aldi sebenarnya masih ingin berjuang untuk memperbaiki hidup keluarganya, namun disisi lain ia pun tidak mampu melawan pikiran yang mengganggunya, seperti merasa gagal, merasa tidak berarti dan merasa tidak kuat hidup lagi.

Barulah pada 2 Mei 2023 percakapan Aldi benar-benar mengarah ke keinginannya untuk bunuh diri. "Di pikiranku itu ada suatu saat aku bakal ngelakuin itu pasti, aku gak tau beb, bukan karena kerja, tapi aku memang gak kuat, ingin bunuh diri, tapi pasti suatu saat aku bakal lakuin itu."

"Aku di luar saja sok pura pura kuat, bercanda canda sok paling enak nikmatin hidup, tapi sebenarnya aku yang paling mau mati, aku gak tau aku aneh, bahkan keluarga kadang gak bisa nahan keinginanku buat bunuh diri."

Mulai dari bulan Mei itu lah percakapan-percakapan Aldi mulai mengarah pada tindak bunuh diri. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Aldi sudah memiliki niat ingin bunuh diri beberapa bulan sebelum akhirnya ia ditemukan meninggal. 

Aldi pun sempat mengatakan, "Keputusanku sudah bulat, tinggal tunggu waktunya saja, aku sebenarnya bisa saja bergaul, bisa kerja kayak orang lain. Tapi ada orang di dalam diriku yang gak mau itu ada, orang yang menutup aku biar bisa berguna bagi orang lain, dan aku gak tau berguna ini gimana, aku sudah usaha." 

Dari pandangan psikiatri, percakapan ini menunjukkan satu fenomena yang menandakan Aldi sudah mengalami depresi yang sangat berat. Sehingga, ia merasa seolah-olah ada orang lain yang masuk ke dalam dirinya yang mengganggunya untuk berbuat sesuatu tanpa sekehendaknya.

"Dalam medis kami sebut Tot of Insertion, jadi ada sesuatu yang masuk ke dalam dirinya yang kami sebut Ilusion of Control, jadi dia yakin banget ada orang di dalam dirinya mengontrol dia," jelas dr. Lely.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore