
Gunung Marapi mengeluarkan abu vulkanik terlihat dari Nagari Batu Palano, Agam, Sumatera Barat, Senin (4/12).
JawaPos.com–Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, mengambil langkah guna mengantisipasi kelangkaan sejumlah bahan pangan. Itu dilakukan usai erupsi Gunung Marapi di Sumatera Barat (Sumbar) dengan mencari pasokan dari daerah lain.
Kepala Disketapang Kota Pekanbaru Maisisco mengatakan, Sumbar menjadi salah satu daerah pemasok sejumlah kebutuhan pangan seperti cabai, bawang merah, dan sayur-sayuran. Pihaknya melakukan sejumlah upaya antisipasi agar tidak terjadi kelangkaan sejumlah bahan pangan.
”Erupsi Marapi, apakah itu nanti berpengaruh langsung dengan kebutuhan pangan di Kota Pekanbaru, khususnya cabai. Tentu ini akan kita komunikasikan dulu,” kata Maisisco seperti dilansir dari Antara.
Sebagai antisipasi, lanjut dia, pihaknya akan cari titik produksi lain selain Sumbar. Antara lain seperti di wilayah Sumatera Utara, Aceh, Dumai, atau daerah kabupaten tetangga di Provinsi Riau. Pihaknya juga akan melakukan komunikasi ke daerah-daerah pemasok. Namun terlebih dahulu memastikan apakah pasokan pangan terganggu usai Erupsi Gunung Marapi terlebih sebentar lagi akan memasuki Natal dan tahun baru (Nataru).
Pasokan pangan tersebut banyak berasal dari daerah sekitar Gunung Merapi. Misalkan Cabai Merah Bukittinggi yang menjadi pilihan masyarakat Kota Pekanbaru. ”Tentu ini yang perlu kami komunikasikan dalam hal ini dengan wali kota ataupun sekda. Kita juga sudah ada melakukan komunikasi dengan Badan Pusat Statistik Kota Pekanbaru, terkait langkah konkret untuk seperti penanganan di ketahanan pangan untuk Nataru. Terlebih ada insiden ini,” ungkap Maisisco.
Tak hanya karena Erupsi Marapi, Maisisco juga mengaku khawatir karena kondisi musim hujan saat ini, akan membuat sejumlah komoditas seperti cabai dan bawang. Biasanya membuat produksi pertanian terpengaruh.
”Tentu kita mempersiapkan ini. Ditambahkan lagi ada kemungkinan-kemungkinan lain terkait cuaca saat ini yang sering turun hujan tentu ini akan memengaruhi kondisi,” jelas Maisisco.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
