Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 8 Desember 2023 | 22.10 WIB

Hampir 3 Ribu Masyarakat di Sleman Tinggal di Daerah Rawan Bencana Erupsi Gunung Merapi dan Tanah Longsor

ILUSTRASI: Erupsi Gunung Merapi terlihat dari Cepogo, Boyolali, Jawa Tengah, pada Jumat (10/4). Mohammad Ayudha/Antara - Image

ILUSTRASI: Erupsi Gunung Merapi terlihat dari Cepogo, Boyolali, Jawa Tengah, pada Jumat (10/4). Mohammad Ayudha/Antara

JawaPos.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman mencatat masyarakat Sleman di tujuh padukuhan lereng Gunung Merapi dan Perbukitan Prambanan tinggal pada wilayah rawan bencana.

Kepala Bidang pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Sleman, St. Haenry Dharma Widjaja, mengatakan, terdapat 2.940 jiwa tinggal di daerah rawan bencana erupsi Gunung Merapi, gempa bumi, dan longsor.

Ia mengatakan masyarakat yang berada di wilayah rawan bencana paling banyak terdapat di lereng Gunung Merapi. “Secara umum lereng Merapi berada di Kalurahan Wonokerto, Girikerto, Purwobinangun, Hargobinangun, Umbulharjo, Kepuharjo, dan Glagaharjo,” ujar Haenry kepada Radar Jogja (Jawa Pos Grup), Jumat (7/12).

Sebelumnya, Kepala BPBD Sleman, Makwan, meminta agar masyarakat juga mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi saat pergantian musim kemarau ke penghujan seperti sekarang.

Hal tersebut akan ditandai dengan cuaca ekstrem berupa angin kencang disertai hujan deras. Selain itu, peralihan musim juga akan membuat pembentukan awan cumulonimbus yang dapat memicu bencana angin puting beliung sampai hujan es.

"Kondisi itu juga dapat mengakibatkan bencana tanah longsor, serta banjir lahar dingin kalau hujan terjadi di lereng Merapi,” ungkap Makwan.

Saat ini gunung yang terletak di Provinsi Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) dan Jawa Tengah ini berstatus siaga atau level tiga. Gunung ini memiliki potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas di sektor selatan-barat daya. Meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 kilometer.

Selain itu, pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 kilometer dan Sungai Gendol 5 kilometer. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak.

Sepanjang Jumat (8/12) Gunung Merapi tercatat 39 kali gempa Guguran dengan amplitudo 3-20 mm berdurasi gempa 37.64-122,84 detik, 3 kali gempa Vulkanik Dangkal dengan amplitudo 30-35 mm dengan durasi gempa 10-11,44 detik, serta satu kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 3 mm berdurasi 61,72 detik.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore