Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 1 Desember 2023 | 13.30 WIB

Dukungan Pemprov Jatim Terhadap Sektor Pertanian Hingga Wujudkan Hasil yang Maksimal

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. (jatimprov.go.id) - Image

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. (jatimprov.go.id)

JawaPos.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur menyatakan komitmennya dalam mendukung dan mendorong kinerja peternakan di wilayah setempat.

Dilansir dari Antara pada Jumat (1/12) dukungan atas sektor peternakan di Jawa Timur diperlukan untuk dapat mewujudkan capaian dan hasil yang maksimal di bidang tersebut.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Khofifah Indar Parawansa sebagai Gubernur Jawa Timur di Surabaya dalam siaran pers yang diterima di Surabaya, Kamis (30/11).

"Berbagai capaian di atas adalah buah kerja keras dari semua insan peternakan. Kami berterima kasih kepada seluruh pemangku kepentingan yang mendukung kinerja peternakan Jatim," kata Khofifah Indar Parawansa.

Salah satu bentuk dukungan terhadap sektor pertanian hingga mengakibatkan tingginya produksi sektor peternakan, diantaranya melalui sarana prasarana memadai serta sumber daya manusia mendukung.

Beberapa bantuan pemerintah yang telah disalurkan, antara lain satu unit bank sperma di UPT inseminasi buatan, 134 unit pusat kesehatan hewan dengan satu rumah sakit hewan.

Kemudian, ada tujuh unit UPT Pembibitan Ternak dan Hijauan Pakan Ternak, 175 pasar hewan, tiga unit laboratorium kesehatan hewan serta 10 titik check point.

Selanjutnya, Rumah Potong Hewan-Ruminansia (RPH-R) di Jawa Timur yang jumlahnya sebanyak 131 unit, 37 unit diantaranya sudah bersertifikasi halal dan 35 unit bersertifikat Nomor Kontrol Veteriner (NKV).

Sedangkan Rumah Potong Hewan-Unggas (RPH-U) yang ada di Jawa Timur dan memiliki sertifikat halal sebanyak 47 unit, memiliki NKV 49 unit dan badan usaha yang ber-NKV sejumlah 835 unit.

Khofifah Indar Parawansa menyebutkan bahwa capaian sektor peternakan di Jatim juga didukung sumber daya manusia atau insan peternakan yang memadai.

Rinciannya, antara lain terdapat 950 orang dokter hewan atau medik veteriner, 636 paramedik veteriner kesehatan hewan, 1.508 petugas pelayanan reproduksi dan 24 pengawas mutu pakan.

Kemudian, terdapat sebanyak 82 pengawas mutu bibit, 73 pengawas obat hewan, 154 dokter hewan penanggung jawab obat hewan, tujuh auditor NKV dan 124 pengawas kesehatan masyarakat veteriner.

"Ini adalah bagian penting yang harus menyatu dan elemen strategis insan peternakan di sini," jelas Gubernur Jawa Timur.

Di sisi lain, menurut catatan Pemprov, Jawa Timur mempunyai populasi ayam petelur mencapai 119.485.975 ekor yang berkontribusi sebesar 32 persen terhadap populasi ayam petelur nasional.

Juga ada ayam pedaging yang populasinya 493.647.833 ekor atau menyumbang 12 persen populasi ayam pedaging secara nasional.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore