
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. (jatimprov.go.id)
JawaPos.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur menyatakan komitmennya dalam mendukung dan mendorong kinerja peternakan di wilayah setempat.
Dilansir dari Antara pada Jumat (1/12) dukungan atas sektor peternakan di Jawa Timur diperlukan untuk dapat mewujudkan capaian dan hasil yang maksimal di bidang tersebut.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Khofifah Indar Parawansa sebagai Gubernur Jawa Timur di Surabaya dalam siaran pers yang diterima di Surabaya, Kamis (30/11).
"Berbagai capaian di atas adalah buah kerja keras dari semua insan peternakan. Kami berterima kasih kepada seluruh pemangku kepentingan yang mendukung kinerja peternakan Jatim," kata Khofifah Indar Parawansa.
Salah satu bentuk dukungan terhadap sektor pertanian hingga mengakibatkan tingginya produksi sektor peternakan, diantaranya melalui sarana prasarana memadai serta sumber daya manusia mendukung.
Beberapa bantuan pemerintah yang telah disalurkan, antara lain satu unit bank sperma di UPT inseminasi buatan, 134 unit pusat kesehatan hewan dengan satu rumah sakit hewan.
Kemudian, ada tujuh unit UPT Pembibitan Ternak dan Hijauan Pakan Ternak, 175 pasar hewan, tiga unit laboratorium kesehatan hewan serta 10 titik check point.
Selanjutnya, Rumah Potong Hewan-Ruminansia (RPH-R) di Jawa Timur yang jumlahnya sebanyak 131 unit, 37 unit diantaranya sudah bersertifikasi halal dan 35 unit bersertifikat Nomor Kontrol Veteriner (NKV).
Sedangkan Rumah Potong Hewan-Unggas (RPH-U) yang ada di Jawa Timur dan memiliki sertifikat halal sebanyak 47 unit, memiliki NKV 49 unit dan badan usaha yang ber-NKV sejumlah 835 unit.
Khofifah Indar Parawansa menyebutkan bahwa capaian sektor peternakan di Jatim juga didukung sumber daya manusia atau insan peternakan yang memadai.
Rinciannya, antara lain terdapat 950 orang dokter hewan atau medik veteriner, 636 paramedik veteriner kesehatan hewan, 1.508 petugas pelayanan reproduksi dan 24 pengawas mutu pakan.
Kemudian, terdapat sebanyak 82 pengawas mutu bibit, 73 pengawas obat hewan, 154 dokter hewan penanggung jawab obat hewan, tujuh auditor NKV dan 124 pengawas kesehatan masyarakat veteriner.
"Ini adalah bagian penting yang harus menyatu dan elemen strategis insan peternakan di sini," jelas Gubernur Jawa Timur.
Di sisi lain, menurut catatan Pemprov, Jawa Timur mempunyai populasi ayam petelur mencapai 119.485.975 ekor yang berkontribusi sebesar 32 persen terhadap populasi ayam petelur nasional.
Juga ada ayam pedaging yang populasinya 493.647.833 ekor atau menyumbang 12 persen populasi ayam pedaging secara nasional.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
