Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 28 November 2023 | 16.25 WIB

Pemerintah RI dan Uni Emirat Arab Bangun RS Kardiologi di Surakarta untuk Atasi Penyakit Jantung

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (tengah) dan Duta Besar Uni Emirat Arab untuk Indonesia Abdulla Salem Obaid Al-Dhaheri meletakkan batu pertama sebagai simbolik pembangunan RS Kardiologi./ - Image

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (tengah) dan Duta Besar Uni Emirat Arab untuk Indonesia Abdulla Salem Obaid Al-Dhaheri meletakkan batu pertama sebagai simbolik pembangunan RS Kardiologi./

JawaPos.com - Pemerintah Indonesia bersama Uni Emirat Arab (UEA) menjalin kerja sama untuk membangun Rumah Sakit (RS) Kardiologi di Kota Surakarta, Jawa Tengah.

Langkah ini diambil sebagai upaya konkret dalam menanggulangi masalah penyakit jantung yang menjadi penyebab kematian utama di Indonesia.

Pembangunan Rumah Sakit Kardiologi tersebut dimulai dengan peletakan batu pertama atau ground breaking yang dilakukan oleh Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin dan Duta Besar Uni Emirat Arab untuk Indonesia Abdulla Salem Obaid Al-Dhaheri pada Senin (27/11).

Menurut Menkes Budi, pembangunan RS tersebut dilakukan karena mengingat penyakit jantung menyumbang angka kematian tertinggi di Indonesia.

Data mencatat sekitar 650 ribu kasus meninggal setiap tahun akibat penyakit cardiovascular, termasuk penyakit jantung.

“Itu (penyakit jantung) penyakit yang paling banyak menyebabkan kematian di Indonesia dan kita kekurangan fasilitas kesehatan untuk menangani jantung dan stroke,” ujar Menkes Budi sebelum pelaksanaan ground breaking RS Kardiologi di Surakarta.

Dikutip dari laman Kemenkes, langkah ini diharapkan dapat mengatasi masalah penanganan pasien penyakit jantung yang memerlukan tindakan cepat.

Pasien dengan penyakit jantung memiliki peluang sembuh lebih dari 90% jika mendapatkan penanganan dalam waktu kurang dari 4 jam.

Meski demikian, keterbatasan fasilitas kesehatan dapat mengakibatkan penanganan yang terlambat atau melebihi batas waktu kritis (lebih dari 4 jam).

Oleh karena itu, pembangunan RS Kardiologi dianggap sebagai langkah penting untuk meningkatkan kesempatan kesembuhan pasien.

“Jadi memang kecepatan penanganan itu sangat menentukan dan fasilitas lengkap yang harus dimiliki cukup banyak,” ucap Menkes Budi.

Menkes Budi juga menekankan bahwa selain fasilitas kesehatan yang memadai, peningkatan jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang kesehatan juga menjadi prioritas.

“Kita harus produksi dokter lebih banyak. Kita sekarang sedang memastikan bahwa pendidikan dokter spesialis harus lebih baik lagi dan lebih mudah. Itu yang sekarang mau kita reformasi,” ungkapnya.

Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dr. Azhar Jaya, menjelaskan bahwa Rumah Sakit Kardiologi ini akan dibangun di lahan milik Pemerintah Kota Surakarta yang terletak di Kelurahan Jebres, Kecamatan Jebres.

“Pemerintah UEA akan menanggung seluruh biaya konstruksi pembangunan rumah sakit. Sementara, Pemerintah RI diminta untuk mengelola operasional rumah sakit setelah proses pembangunan selesai,” kata Dirjen Azhar.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore