
Kitab Simthudduror karya Habib Ali bin Muhammad bin Husein Al-Habsyi. (NU online)
JawaPos.com – Habib Ali bin Muhammad bin Husein Al-Habsyi yang biasa dikenal sebagai Habib Ali merupakan seorang ulama besar asal Hadhramaut, Tarim, Yaman.
Habib Ali dikenal sebagai mualif atau pengarang dari kitab Maulid Simthudduror yang lantunan maulidnya biasa dilantunkan oleh masjid-masjid di wilayah Pekalongan dan sekitarnya.
Selain maulid Dhiba atau kitab Al-Barjanzi, jika ada di daerah Pekalongan dan sekitarnya, kitab maulid Simthudduror merupakan kitab yang tidak asing di kalangan umat Islam.
Habib yang merupakan keturunan asli nabi Muhammad ini lahir di desa Qosam, Hadhramaut, Yaman pada 1839.
Kemudian ulama besar ini meninggal dunia di Kota Seiwun, Hadhramaut pada 1913 M di usia beliau ke-74.
Habib Ali dikenal dengan sosok yang sangat cerdas, bahkan ketika masih muda, sang Habib telah mampu mempelajari sekaligus menghafal Al-Qur’an dengan baik.
Selain itu, mualif Kitab Simthudduror ini juga sangat mahir dalam berbagai ilmu pengetahuan sebelum di usia seseorang yang biasa memahami ilmu pengetahuan tersebut.
Sehingga, di usia Habib yang masih sangat muda, para guru dan pendidiknya mempersilahkannya untuk memberikan ceramah-ceramah pada masyarakat umum.
Hal ini membuatnya menjadi sosok yang sangat disegani dan memiliki tempat khusus di mata masyarakat karena kebaikan, dan kecerdasannya.
Tidak hanya itu, Habib Ali ini juga mendapatkan kepercayaan untuk memimpin majlis ilmu, pendidikan, dan pertemuan-pertemuan besar pada masa itu.
Inilah yang menjadikan Habib yang lahir di desa Qosam ini banyak dikenal masyarakat, baik di kalangan muda maupun tua dari berbagai negara.
Tidak hanya itu, Habib Ali juga membangun Masjid Riyadh, pondok-pondok dan juga asrama yang dilengkapi berbagai macam fasilitas di kota Seiwun (Hadhramaut).
Tujuannya adalah untuk menampung para pencari ilmu pengetahuan agama yang sering dilupakan bagi sebagian orang.
Habib Ali mengumpulkan, mengarahkan, dan mendidik siswa-siswanya agar mereka bersemangat dalam mengejar cita-cita yang tinggi dan mulia.
Alhasil, alumni siswa-siswa asuhan Habib tersebut mendapatkan ilmu dan keberhasilan di masa depannya, tidak hanya di Hadhramaut, tapi juga tersebar di seluruh dunia termasuk Indonesia.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
