Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 1 November 2023 | 20.24 WIB

Tragis! Titip Surat pada Teman, Seorang Santri di Sulawesi Selatan Ditemukan Gantung Diri di WC

Ilustrasi gantung diri. Dok. JawaPos - Image

Ilustrasi gantung diri. Dok. JawaPos

JawaPos.com – Seorang santri laki-laki berinisial RWA yang masih berusia 15 tahun diduga bunuh diri di sebuah pondok pesantren di Sulawesi Selatan pada Senin (30/10).

Santri RWA yang masih duduk di bangku MTS setingkat SMP, melakukan aksinya dengan cara gantung diri di dalam WC Pondok Pesantren Al-Urwatul Wutsqa, Sidrap, Sulawesi Selatan.

Kasus bunuh diri yang menimpa seorang santri di Sulawesi Selatan ini, pertama kali ditemukan oleh teman-temannya di dalam WC sekitar pukul 6.00 WITA.

Kapolsek Baranti Polres Sidrap, AKP Mursalim mengatakan, pihaknya masih menyelidiki dugaan bunuh diri RWA pada Senin (30/10).

Kemudian, ia membeberkan kronologi santri RWA yang ditemukan dalam kondisi badan terbujur kaku dan leher terikat tali plastik.

Salah satu saksi inisial HI sekaligus teman korban mengaku, melihat korban menulis sebuah surat di dalam kamar asrama sehari sebelum kejadian sekitar pukul 20.00 WITA.

Surat itu kemudian diberikan kepada teman korban yang lain berinisial AS. Korban mengatakan ke AS agar surat yang diberikannya jangan dibaca dulu sampai esok hari.

Korban RWA sempat berpesan ke temannya yang lain berinisial YL, agar memberitahu saksi HI untuk tidak lagi mencarinya.

“Saksi HI ini sempat was-was setelah diberitahu seperti itu, sehingga memanggil temannya inisial AR untuk menemani mencari korban RWA. Namun, korban tidak ditemukan,” ujar AKP Mursalim.

Saksi HI mengaku gelisah karena saat itu tidak menemukan korban RWA. Saksi HI pun pergi bertanya ke AS perihal surat yang pernah diberikan oleh korban, kemudian membacanya.

“Saksi HI ini membaca surat tersebut. Isi suratnya berbahasa bugis, ‘Saya mau bunuh diri di WC. Jangan cari saya. Besok saja kamu pergi ke WC kedua,” tutur Kapolsek Baranti tersebut.

Setelah membaca surat itu, saksi HI dan AR kembali mencari korban ke WC, tapi tak ditemukan. Korban RWA baru ditemukan keesokan harinya, Senin (30/10) pukul 6.00 WITA, ketika HI pergi ke WC untuk buang air kecil.

Saat HI ke WC, ia menemukan santri FI sedang mengetuk-ngetuk pintu WC yang terkunci dari dalam. Tak lama kemudian santri lainnya (MA) datang, dan mengatakan bahwa dari subuh orang di dalam WC itu tidak pernah keluar.

“Saksi HI memanggil temannya AR untuk mengambil senter. Setelah itu, mereka memanjat untuk mengecek WC tersebut. Dari situ, mereka melihat ada korban RWA sudah terbaring di dalam  WC,” pungkasnya.

Setelah itu, saksi HI dan santri lainnya langsung melaporkan hal ini ke guru pondok pesantren.  Menurut, AKP Mursalim, untuk sementara dugaan korban RWA bunuh diri karena depresi.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore