Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 26 Oktober 2023 | 06.44 WIB

Perdana, Begini Penampakan Rumah Sakit Tipe B Madura yang Digagas Khofifah Indar Parawansa

Gubernur Khofifah Indar Parawansa meninjau progres pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mohammad Noer di Desa Laden, Kabupaten Pamekasan, Rabu (25/10). - Image

Gubernur Khofifah Indar Parawansa meninjau progres pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mohammad Noer di Desa Laden, Kabupaten Pamekasan, Rabu (25/10).

JawaPos.com–Gubernur Khofifah Indar Parawansa meninjau progres pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mohammad Noer milik Pemprov Jawa Timur, di Desa Laden, Kabupaten Pamekasan, Rabu (25/10).

Gubernur Khofifah ingin memastikan pembangunan rumah sakit tipe B pertama di Madura itu dilakukan sesuai perencanaan. Rumah sakit dibangun dengan luas 2,8 hektare dengan tiga gedung utama di atas lahan 5,8 hektare.

Semula rumah sakit itu berstatus tipe C. Kemudian oleh Pemprov Jatim ditingkatkan kapasitasnya menjadi tipe B.

Gubernur Khofifah optimistis rumah sakit itu akan menjadi penguat baik secara kuantitatif maupun kualitatif layanan kesehatan pada masyarakat di Pamekasan dan Madura.

”Kita tahu bahwa saat ini ada kebutuhan untuk memberikan layanan kesehatan yang lebih maksimal, lebih komprehensif di Pamekasan dan Madura. Maka Alhamdulillah saat ini pembangunan RSUD Mohammad Noer Pamekasan ini progresnya sudah 60 persen,” kata Gubernur Khofifah.

”Nantinya, rumah sakit ini akan di-support alat kesehatan dan dokter-dokter  spesialis yang komprehensif sehingga pelayanan kesehatan untuk masyarakat lebih luas cakupannya dan lebih  maksimal,” papar Khofifah.

Khofifah menjelaskan, rencana pembangunan RSUD Mohammad Noer itu memiliki penambahan kapasitas sebanyak 250 tempat tidur untuk pasien. Sebelumnya di RSMN yang lama hanya terdapat 140 tempat tidur.

”Harapannya tentu dapat bersinergi dengan RSUD Pamekasan,” ungkap Khofifah.

Selain itu, dia menyampaikan kebutuhan yang paling mendesak untuk pelayanan kesehatan di RSUD Mohammad Noer itu adalah pelayanan terkait dengan penyakit jantung.

”Jadi semua terkait dengan kardiovaskular akan menjadi prioritas, supaya masing-masing  bisa saling kontributif, saling mengisi, saling melengkapi,” tutur Khofifah.

”Intinya layanan kesehatan masyarakat Madura ini harus bisa lebih terlayani makin komprehensif, makin kualitatif, dan tentu di-support dokter-dokter spesialis dan alkes yang memenuhi kebutuhan layanan masyarakat Madura,” imbuh dia.

Gubernur Khofifah berkomitmen bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan terutama di daerah kepulauan di Madura.

”Tahun ini adalah tahap keempat, pemprov untuk memberikan layanan di daerah kepulauan, nanti saya melepas para dokter, paramedik, dan juga seluruh teknisi. Insya Allah mereka berlayar ke beberapa pulau di Sumenep,” terang Khofifah.

Kegiatan layanan kesehatan di kepulauan tersebut, menurut Khofifah, dilakukan atas berkat sinergitas dan kolaborasi dengan berbagai pihak, dengan harapan pelayanan kesehatan masyarakat Madura Kepulauan bisa terlayani.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore