Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 15 Oktober 2023 | 06.09 WIB

Kisah Dua Nelayan Asal Jember Terdampar Selama 4 Hari di Pulau Nusa Barong, Makan Jamur untuk Bertahan Hidup

Ebith saat menceritakan kisahnya terdampar di Pulau Nusa Barong selama 4 hari. - Image

Ebith saat menceritakan kisahnya terdampar di Pulau Nusa Barong selama 4 hari.

JawaPos.com–Pada Sabtu (7/10) dini hari, Sulistyowati melaporkan nelayan yang hilang ke Kantor Satpolair Polres Jember Kecamatan Puger. Kedua nelayan tersebut tak lain adalah suaminya, Ebith Jefryan, 45, dan Agus, 30.

Ebith merupakan warga Desa Puger Kulon, sementara Agus tinggal di Puger Wetan, Kabupaten Jember. Ternyata, Ebith dan Agus mengalami kecelakaan laut pada Jumat (6/10). Jukung yang ditumpanginya terbalik dan mereka harus berenang ke daratan dan bertahan hidup di Pulau Nusa Barong.

Dua nelayan asal Jember itu harus memutar otak untuk bertahan hidup selama terdampar di Nusa Barong usai perahunya terbalik dihantam ombak. Jukung yang dikendarai Ebith dan Agus dihantam ombak pada Jumat (6/10) pukul 24.00.

Awalnya, saat memutuskan untuk pulang ke daratan setelah mendapatkan 9 boks ikan, Ebith dan Agus kesusahan melihat kemana arah jakung melaju karena tiba-tiba ada kabut tebal sehingga pandangan mereka terhalang.

Saat jukung yang bernama Rumput Selatan terbalik, Ebith terdorong ke tengah lautan sementara Agus bertahan di atas jukung yang terbalik. Mereka bertahan hingga pagi hari dengan posisi tersebut.

”Saat jukung Rumput Selatan terbalik, saya hanya kepikiran adik ada di mana. ternyata Agus masih bertahan di atas jukung yang terbalik. Saya sudah berenang di tengah laut. Saya bertahan bersama adik sambil menunggu pagi,” ungkap Ebith.

Setelah matahari terbit dan mereka bisa melihat daratan, keduanya lalu mencoba menepi dengan menggunakan perlengkapan di dalam jukung yang terbawa ombak sambil membawa sisa bekal yang hanyut. Agus mengalami luka di kaki akibat bebatuan karang saat berusaha menyelamatkan diri ke atas daratan di Teluk Bendo.

”Adik yang suruh pegangan pinggang sambil berenang ke tepi, hingga Teluk Bendo. Saya hanya bisa bersyukur masih bertemu keluarga,” papar dia.

Untuk bertahan hidup, keduanya hanya makan jamur dan berlindung di dalam gua. Sementara untuk minum, mereka mengandalkan air sisa dalam botol bekas yang terapung di laut. Tak hanya jamur, Ebith dan Agus juga mencari kerang di pinggir laut untuk dikonsumsi.

”Saat itu, saya dan adik yang penting bisa bertahan di tengah hutan di Pulau Nusa Barong. Saya mencari kerang agar bisa dimakan dan bertahan hidup. Memang hari pertama terdampar, Sabtu (7/10), masih bisa minum sisa air yang dibawa dari rumah. Ada tiga galon kecil air yang terselamatkan saat jukung terbalik,” jelas Ebith.

Namun sisa air di tiga galon kecil tersebut hanya cukup untuk hari itu. Sejak Minggu (8/10) hingga Selasa (10/10), kedua nelayan itu kesulitan mencari air dan makanan. Ebith berusaha mencari botol bekas yang masih ada airnya dari pinggir laut maupun yang ditinggal orang di hutan.

”Air sisa dari botol-botol yang dikumpulkan itu yang diminum,” ujar Ebith.

Memasuki hari kedua dan ketiga, Ebith dan adiknya mencari tumbuhan yang dapat dimakan. Satu-satunya yang mereka temukan adalah jamur liar.

”Jamur yang kita makan. Itu diambil dari pohon-pohon agar bisa menahan lapar. Awalnya tidak terbiasa makan jamur itu. karena terpaksa, akhirnya kami makan juga,” lanjut dia.

Selama empat hari terdampar, Ebith dan Agus selalu mencari pertolongan. Mereka berharap ada tim yang mencari mereka atau perahu nelayan yang lewat. Hingga akhirnya pada (10/10) sore, keduanya melihat perahu speed yang dinaiki tim SAR.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore