Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 14 Oktober 2023 | 17.15 WIB

Misteri Pohon Jubleg di Parung Bogor, Konon Kuntilanak Muncul saat Pohon Terbakar Bulan Lalu

RINDANG: Dahan pohon jubleg menjalar hingga ke jalan raya. Meski begitu, tak pernah ada kejadian dahan patah yang membahayakan pengendara.

Parung merupakan salah satu kawasan yang cukup ramai di pinggiran Kabupaten Bogor. Lokasinya berbatasan langsung dengan Kota Depok. Salah satu ikon dari Parung adalah pohon jubleg yang berumur lebih dari satu abad.

---

KERAMAIAN di Pasar Parung tiba-tiba pecah sekitar pukul 19.00 sebulan lalu. Sebab, batang bagian bawah pohon jubleg yang berukuran sangat besar mendadak terbakar. ’’Mungkin karena puntung rokok atau sampah,’’ kata Ali Aminudin saat ditemui Rabu (11/10).

Ali merupakan tukang sol sepatu yang sudah 25 tahun membuka lapak persis di bagian bawah pohon jubleg. Ali menyatakan, sejak dirinya membuka usaha di Parung, pohon jubleg sudah sebesar saat ini. Kira-kira dibutuhkan tiga sampai empat orang untuk bisa melingkari pohon tersebut.

Sembari mengeluarkan telepon genggamnya, pria 53 tahun itu menceritakan kejadian kebakaran yang menimpa pohon jubleg. Ali menunjukkan foto dokumentasi saat pohon tersebut terbakar. ’’Ini sosok kuntilanaknya keluar. Saat pohonnya terbakar, ia langsung naik ke atas,’’ ujarnya.

Pengakuan kejadian mistis saat pohon jubleg terbakar juga diamini seorang tukang ojek yang kerap mangkal di sekitar situ. Saat itu banyak warga yang menyaksikan penampakan sosok putih dan dipercaya sebagai kuntilanak.

Ali lantas menuturkan, sebagai orang yang sehari-hari berada di bawah pohon jubleg tersebut, dirinya sudah bisa merasakan kehadiran makhluk dari alam lain. ’’Sekarang ini saya rasakan, tetapi tidak terlihat,’’ ungkapnya.

Warga yang tinggal di Kampung Tajur, Bogor, itu menjelaskan bahwa penghuni pohon jubleg bukan kategori makhluk yang suka mengganggu. Namun, ia memang kadang usil. Ali menambahkan, kalau dirinya tidak segera memesan kopi, kadang terasa ada yang jawil-jawil punggungnya. Namun, saat ditoleh, tidak ada apa-apa.

Seketika itu Ali langsung memesan kopi dari warung di sekitarnya. Ali mengungkapkan, jasa sol sepatunya buka mulai pagi sampai sekitar pukul 17.00 WIB. Jadi, dia jarang berada di bawah pohon jubleg sampai malam atau bahkan dini hari.

Namun, dia menyatakan bahwa Pasar Parung saat ini sudah sangat ramai. Keberadaan pohon jubleg saat ini juga sangat terang. Namun, sisi barat masih berupa hamparan lahan kosong. Konon, dulu di lahan tersebut ada satu makam kuno. Selain itu, dulu sempat ada situ atau waduk. Namun, sekarang situnya sudah mulai mengering.

Mitos lain terkait dengan pohon jubleg adalah dahannya yang awet. Meski dahannya menjalar selebar jalan raya, tidak pernah ada kasus dahan tumbang, kemudian menimpa pengendara di bawahnya. Ali menjelaskan, dahan pohon tersebut sempat patah ketika jalanan sepi.

Dengan pertimbangan itu, pemangkasan pohon jubleg sangat jarang sekali dilakukan. Karena rimbunnya daun, sekitar pohon jubleg sering dijadikan tempat mangkal ojek di tengah suhu yang panas belakangan ini.

Sejatinya pohon jubleg adalah jenis pohon ambon. Pohon itu disebut jubleg karena sejak awal ngejubleg (berdiri terus) di lokasi tersebut. Sampai sekarang, belum ada sumber ilmiah yang menyebutkan usia pohon tersebut. Namun, dari sejumlah pengakuan, pohon itu sudah berusia lebih dari 100 tahun.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore