
Kendaraan melintasi kabut asap di jalan nasional area kebakaran hutan dan lahan (karhutla), di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Kamis (28/9).
JawaPos.com–Petugas gabungan mengamankan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dari kobaran api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) area pinggir jalan nasional. Tepatnya di Jalan Gubernur Syarkawi di Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan.
Kasi Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial Bidang Penanganan Bencana Dinas Sosial Kalsel Yopi menyebutkan, informasi titik api menyala diterima Kamis (28/9) sekitar pukul 10.00 wita. Kobaran api semakin membesar sekitar pukul 12.00 wita.
”Selain melindungi area SPBU, petugas menyiram atap dan dinding rumah warga sekitar untuk menghindari kebakaran karena saat ini angin cukup kencang mendekati permukiman, ditambah lagi atap rumah warga terbuat dari daun yang mudah terbakar,” kata Yopi seperti dilansir dari Antara.
Yopi menyebutkan, ada sekitar 30 petugas gabungan dan delapan mobil tangki berisi air menuju titik kebakaran setelah menerima informasi kobaran api semakin membesar. Kobaran api itu juga mendekati area objek vital Pertamina dan permukiman warga.
”Angin bertiup sangat kencang sehingga titik api cepat membesar dan meluas,” ucap Yopi.
Menurut dia, dengan kondisi angin seperti sekarang ini menyebabkan petugas tidak dapat bekerja maksimal. Terlebih arah tiupan angin juga tidak menentu ke sana kemari.
Selain kondisi angin, petugas juga mengalami kendala tidak adanya persediaan air di parit-parit sekitar lokasi karhutla. Sehingga, petugas harus bolak-balik menjemput air dari daerah lain.
Lebih lanjut, dia mengatakan, titik karhutla hari ini (28/9), cukup banyak menyebar di mana-mana. Petugas harus berpencar berbagi tugas dan memaksimalkan sumber daya yang ada.
”Petugas sudah mengambil bagiannya masing-masing,tugas kita adalah menghalau titik api agar tidak mendekati permukiman warga,” ungkap Yopi.
Hingga pukul 14.30 wita, titik api masih menyala disertai kabut asap membumbung tinggi di area jalan nasional tersebut. Warga sekitar yakni Minah, 42, mengaku cukup panik setelah melihat titik api mulai mendekati tempat tinggalnya.
Dia mengungkapkan, titik api tersebut sudah menyala sejak kemarin (27/9) malam, namun mulai membesar sekitar pukul 12.00 wita. ”Saya sudah tidak karuan berjalan kemari karena apinya mulai mendekati rumah, untungnya petugas sudah mulai berdatangan,” ujar Minah.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
