
Prakiraan awal musim hujan wilayah Jawa Tengah.
JawaPos.com–Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan awal musim hujan di wilayah Jawa Tengah (Jateng) secara umum akan terjadi pada November. Meski demikian, terdapat beberapa daerah di Jawa Tengah yang paling awal memasuki musim hujan pada dasarian pertama Oktober.
”Awal musim hujan secara umum diprakirakan lebih lambat satu hingga tiga dasarian dari normal,” kata Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Jawa Tengah Sukasno seperti dilansir dari Antara di Semarang, Rabu (20/9).
Beberapa daerah yang paling awal memasuki musim hujan, antara lain sebagian Kabupaten Pekalongan, Batang, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Pemalang, Kendal, serta Temanggung. Sementara puncak musim hujan, menurut Sukasno, diperkirakan terjadi pada Februari 2024.
Memasuki masa transisi musim kemarau ke musim hujan, dia mengimbau masyarakat waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. Pada masa peralihan musim, angin kencang, puting beliung, serta hujan lebat, berpotensi mengakibatkan bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan longsor.
Peringatan kewaspadaan, menurut dia, juga disampaikan kepada daerah-daerah yang lebih awal memasuki musim hujan.
”Kepada pemerintah daerah (pemda) diimbau untuk mengoptimalkan penyimpanan air dengan mengisi danau, waduk, embung, atau kolam retensi,” ujar Sukasno.
BMKG juga memprakirakan wilayah Jawa Tengah bagian selatan telah memasuki awal masa pancaroba atau transisi dari musim kemarau menuju musim hujan. Hujan ringan sudah mulai turun secara sporadis di sejumlah wilayah Jateng selatan. Seperti di beberapa tempat di Kabupaten Cilacap, Banyumas, dan Kebumen.
Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo mengimbau masyarakat mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang biasa terjadi pada masa pancaroba atau peralihan musim.
”Sejumlah wilayah di pegunungan tengah Jateng diprakirakan akan memasuki awal musim hujan lebih awal dibandingkan daerah lain terutama wilayah pantura barat dan pantura timur yang diprediksi memasuki awal musim hujan paling akhir, yakni pada dasarian pertama Desember,” jelas Teguh.
Dia menambahkan, untuk pemerintah daerah, diimbau agar lebih optimal dalam melakukan penyimpanan air pada musim hujan 2023/2024 guna memenuhi danau, waduk, embung, kolam retensi, dan penyimpanan buatan lain melalui gerakan memanen air hujan.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
