Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 13 September 2023 | 00.05 WIB

Kebakaran di Bromo, Alumnus Teknik Lingkungan ITS Tuntut Penetapan Tersangka Tak Berhenti di WO

Petugas gabungan masih berupaya keras memadamkan kebakaran di Bukit Teletubbies Gunung Bromo. - Image

Petugas gabungan masih berupaya keras memadamkan kebakaran di Bukit Teletubbies Gunung Bromo.

JawaPos.com–Pasangan calon pengantin yang melakukan prewedding di Gunung Bromo, yang menyebabkan kebakaran mendapat kecaman banyak pihak. Kebakaran itu tidak hanya merusak keindahan alam Bromo, tapi juga habitat di dalamnya.

Alumnus Teknik Lingkungan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya Agatha Retnosari menuntut, agar semua pihak yang terlibat dalam kelalaian hingga menyebabkan kebakaran diperiksa. Bahkan penetapan tersangka tidak terbatas pada wedding organizer (WO).

”Dunia tahu kalau Gunung Bromo adalah destinasi alam yang sangat cantik. Tidak hanya terkenal di Indonesia, tapi di seluruh dunia. Banyak wisatawan mancanegara datang untuk melihat keindahannya. Tapi karena kecerobohan pasangan calon pengantin, keindahan Bromo telah rusak,” ujar Agatha, Selasa (12/9).

Agatha mengapresiasi langkah cepat Polres Probolinggo dalam menangani kasus itu. Namun, pihaknya meminta agar penetapan tersangka tidak hanya berhenti pada wedding organizer. Tapi juga orang-orang yang terlibat di dalamnya untuk efek jera.

”Kerusakan alam yang diakibatkan mereka itu sangat luar biasa. Tim gabungan hingga kesulitan memadamkan api. Bahkan harus mendatangkan helikopter untuk melakukan water bombing sebagai upaya pemadaman. Dan sampai sekarang belum bisa teratasi sepenuhnya,” ungkap Agatha Retnosari.

Anggota DPRD Jatim dari Fraksi PDI Perjuangan itu mengatakan, Bromo selain sebagai destinasi unggulan Jatim dan Indonesia, juga sebagai tempat konservasi, perlindungan flora dan fauna. Jika terjadi kebakaran flora dan fauna pasti banyak yang mati.

”Tak terhitung kerugian yang timbul akibat kebakaran ini. Tidak hanya rusaknya alam, tapi juga telah merusak pipa air untuk enam desa di Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Tentu hal ini sudah bisa menjadi dasar kepolisian untuk mengusut lebih dalam,” tutur Agatha Retnosari.

Dengan adanya kejadian itu, Agatha berharap semua pasangan calon pengantin untuk lebih berhati-hati dan dewasa dalam menyiapkan foto preweding. Ada banyak lokasi yang indah di Jatim yang bisa jadi spot foto prewedding tanpa membahayakan lingkungan.

”Ada banyak ide foto prewedding selain main api di gunung. Apalagi sekarang ini sedang musim kemarau. Jadi sangat berbahaya bermain-main dengan api. Jawa Timur itu menyimpan banyak keindahan alam yang bisa dieksplor untuk foto preweding. Jangan sampai ide foto preweding membahayakan orang lain dan diri sendiri,” ucap Agatha Retnosari.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore