Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 7 September 2023 | 02.17 WIB

Jemaah Syatariah Ikuti Tradisi Basapa di Padang Pariaman

Sejumlah jemaah Tarikat Syatariah mengantre memasuki bangunan tempat dimakamkannya Syekh Burhanuddin di Ulakan Tapakis, Padang Pariaman, Sumbar. - Image

Sejumlah jemaah Tarikat Syatariah mengantre memasuki bangunan tempat dimakamkannya Syekh Burhanuddin di Ulakan Tapakis, Padang Pariaman, Sumbar.

JawaPos.com - Basapa atau basafar menjadi tradisi bagi jemaah tarekat Syatariah di Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar). Mereka mengikuti tradisi basapa di kawasan makam Syekh Burhanuddin, Kecamatan Ulakan Takapih, Kabupaten Padang Pariaman.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Padang Pariaman Anwar menuturkan, tradisi Basapa diikuti oleh ribuan jemaah Syatariah di Padang Pariaman. Tradisi Basapa merupakan berziarah tokoh agama Islam Syekh Burhanuddin pada setiap 10 Safar tahun hijriyah.

"Yang hadir bisa mencapai puluhan ribu," kata Anwar di Parik Malintang sebagaimana yang dilansir Antara, Rabu (6/9).

Anwar menjelaskan, basapa adalah tradisi budaya yang dilaksanakan setiap tahun tersebut yang terbagi dalam dua kegiatan. Yaitu Sapa Gadang atau Safa Besar dan Sapa Ketek atau Sapa Kecil.

Pada tahun ini Sapa Gadang dilaksanakan pada Rabu (30/8) sedangkan Sapa Kecil dilaksanakan pada Rabu (6/9). Semenjak Sapa Gadang sampai Sapa Ketek kawasan makam Syekh Burhanuddin dikunjungi oleh puluhan ribu jemaah Syatariah.

Dalam kegiatan ini, Pemkab Padang Pariaman mendukung tradisi dan budaya yang berkembang di tengah masyarakat. "Kami sangat mendukung tradisi-tradisi yang berkembang di tengah masyarakat di Padang Pariaman," katanya.

Adapun bentuk dukungan tidak saja mendaftarkan tradisi Basapa sebagai warisan budaya tak benda, tetapi juga memperbaiki sarana dan prasarana ibadah serta infrastruktur di kawasan Makam Syekh Burhanuddin.

Selain itu, lanjutnya pihaknya juga mengerahkan petugas keamanan dan kesehatan serta petugas Dinas Perhubungan agar kegiatan tahunan itu dapat berjalan aman dan lancar.

Anwar mengatakan Pemkab Padang Pariaman terus berupaya melestarikan cagar budaya yang ada di daerah itu untuk diwariskan kepada generasi penerus. "Seni budaya sangat berdampak positif terhadap sosial budaya dan ekonomi masyarakat sehingga harus dipertahankan," ujarnya.

Apalagi perkembangan teknologi saat ini dapat berpengaruh buruk pada generasi muda sehingga budaya-budaya lokal dapat tertinggal.

Diketahui, jemaah tersebut tidak saja hanya sekadar datang beberapa jam, tetapi juga ada yang sampai bermalam dengan tidur di musalla dan masjid di daerah tersebut.

Sebelumnya, jemaah tarikat Syatariah yang berasal dari berbagai daerah menziarahi makam Syeh Burhanuddin di Kecamatan Ulakan Tapakis Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat pada tradisi basapa yang dilaksanakan jemaah tersebut.

"Tradisi ini dilaksanakan setiap tahun," kata Qadi Nagari Ulakan, Ali Imran saat pelaksanaan Sapa Gadang atau besar di Ulakan Tapakis.

Tradisi tersebut dilaksanakan pada Rabu di atas 10 Safar yang merupakan tanggal wafatnya Syekh Burhanuddin pada 1111 hijriah. Jemaah tersebut akan berzikir, membacakan tahlil dan tahmid serta mendoakan Syekh Burhanuddin.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore