
Sejumlah jemaah Tarikat Syatariah mengantre memasuki bangunan tempat dimakamkannya Syekh Burhanuddin di Ulakan Tapakis, Padang Pariaman, Sumbar.
JawaPos.com - Basapa atau basafar menjadi tradisi bagi jemaah tarekat Syatariah di Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar). Mereka mengikuti tradisi basapa di kawasan makam Syekh Burhanuddin, Kecamatan Ulakan Takapih, Kabupaten Padang Pariaman.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Padang Pariaman Anwar menuturkan, tradisi Basapa diikuti oleh ribuan jemaah Syatariah di Padang Pariaman. Tradisi Basapa merupakan berziarah tokoh agama Islam Syekh Burhanuddin pada setiap 10 Safar tahun hijriyah.
"Yang hadir bisa mencapai puluhan ribu," kata Anwar di Parik Malintang sebagaimana yang dilansir Antara, Rabu (6/9).
Anwar menjelaskan, basapa adalah tradisi budaya yang dilaksanakan setiap tahun tersebut yang terbagi dalam dua kegiatan. Yaitu Sapa Gadang atau Safa Besar dan Sapa Ketek atau Sapa Kecil.
Pada tahun ini Sapa Gadang dilaksanakan pada Rabu (30/8) sedangkan Sapa Kecil dilaksanakan pada Rabu (6/9). Semenjak Sapa Gadang sampai Sapa Ketek kawasan makam Syekh Burhanuddin dikunjungi oleh puluhan ribu jemaah Syatariah.
Dalam kegiatan ini, Pemkab Padang Pariaman mendukung tradisi dan budaya yang berkembang di tengah masyarakat. "Kami sangat mendukung tradisi-tradisi yang berkembang di tengah masyarakat di Padang Pariaman," katanya.
Adapun bentuk dukungan tidak saja mendaftarkan tradisi Basapa sebagai warisan budaya tak benda, tetapi juga memperbaiki sarana dan prasarana ibadah serta infrastruktur di kawasan Makam Syekh Burhanuddin.
Selain itu, lanjutnya pihaknya juga mengerahkan petugas keamanan dan kesehatan serta petugas Dinas Perhubungan agar kegiatan tahunan itu dapat berjalan aman dan lancar.
Anwar mengatakan Pemkab Padang Pariaman terus berupaya melestarikan cagar budaya yang ada di daerah itu untuk diwariskan kepada generasi penerus. "Seni budaya sangat berdampak positif terhadap sosial budaya dan ekonomi masyarakat sehingga harus dipertahankan," ujarnya.
Apalagi perkembangan teknologi saat ini dapat berpengaruh buruk pada generasi muda sehingga budaya-budaya lokal dapat tertinggal.
Diketahui, jemaah tersebut tidak saja hanya sekadar datang beberapa jam, tetapi juga ada yang sampai bermalam dengan tidur di musalla dan masjid di daerah tersebut.
Sebelumnya, jemaah tarikat Syatariah yang berasal dari berbagai daerah menziarahi makam Syeh Burhanuddin di Kecamatan Ulakan Tapakis Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat pada tradisi basapa yang dilaksanakan jemaah tersebut.
"Tradisi ini dilaksanakan setiap tahun," kata Qadi Nagari Ulakan, Ali Imran saat pelaksanaan Sapa Gadang atau besar di Ulakan Tapakis.
Tradisi tersebut dilaksanakan pada Rabu di atas 10 Safar yang merupakan tanggal wafatnya Syekh Burhanuddin pada 1111 hijriah. Jemaah tersebut akan berzikir, membacakan tahlil dan tahmid serta mendoakan Syekh Burhanuddin.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
