Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 26 Agustus 2023 | 02.41 WIB

DLH Minta Stakeholder di Bandung Aktif Sikapi Kebakaran TPA Sarimukti

Kebakaran TPA Sarimukti dengan antrean truk sampah di TPA Sarimukti, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. - Image

Kebakaran TPA Sarimukti dengan antrean truk sampah di TPA Sarimukti, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat.

JawaPos.com–Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung minta dan mendorong semua pemangku kepentingan atau stakeholder berperan aktif dalam menyikapi kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti. Kebakaran yang terjadi sejak 19 Agustus itu sampai hari ini (25/8) belum padam.

”Saya mengajak semua pihak untuk berpartisipasi aktif dalam mengatasi situasi darurat ini demi menjaga lingkungan dan kebersihan terkait situasi di TPA Sarimukti saat ini,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung Asep Kusumah seperti dilansir dari Antara di Soreang, Kabupaten Bandung, Jumat (25/8).

Keterlibatan seluruh pihak, kata Asep, dibutuhkan karena kebakaran TPA Sarimukti yang masih terus berkembang dan semakin meluas ke berbagai zona pembuangan TPA. Sedikit banyak kondisi itu memberi dampak pada pengelolaan sampah di Kabupaten Bandung.

”Atas perkembangan yang ada, kita harus segera merespons dengan cepat dan tepat melalui langkah-langkah yang baik dan implementatif,” ujar Asep Kusumah.

Keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, lanjut dia, menjadi hal yang krusial dalam mengatasi situasi darurat terganggunya operasional TPA Sarimukti. Juga ketidakpastian waktu penanganan kebakaran secara menyeluruh.

Asep mengharapkan semua pihak bisa melakukan langkah-langkah penanggulangan kondisi darurat sampah itu. Di antaranya, aparat kewilayahan para camat, kepala desa, dan lurah diharapkan memainkan peran dalam menyampaikan informasi mengenai perkembangan kondisi TPA Sarimukti. Juga sosialisasi penanganan sampah secara berjenjang kepada masyarakat melalui ketua RW, RT, dan lembaga desa lainnya.

”Para camat, kepala desa, dan lurah diinstruksikan untuk melakukan monitoring, pembinaan, pengawasan, dan evaluasi yang intensif terhadap fasilitas pengolahan sampah di wilayah masing-masing,” papar Asep Kusumah.

Selanjutnya, menurut dia, pimpinan instansi, lembaga pemerintahan, BUMN, BUMD, ormas, dan lembaga kemasyarakatan diminta untuk berperan aktif dalam mengajak masyarakat mengelola sampah berbasis 3R (reduce, reuse, recycle).

Pihaknya akan menjalankan langkah-langkah darurat termasuk penyediaan wadah sampah tambahan atau menggunakan wadah sampah yang lebih besar untuk mengumpulkan sampah dalam jumlah lebih banyak.

”Serta pemanfaatan lubang cerdas organik (LCO) atau lubang resapan biopori (LRB) juga akan dilakukan untuk penanganan sampah organik rumah tangga,” tutur Asep.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore