Sejumlah warga Kalilom Lor Indah Seruni II, Tanah Kalikedinding, Kecamatan Kenjeran, Surabaya, diduga mengalami keracunan menjalani perawatan di Puskesmas Tanah Kalikedinding, Sabtu (1/7).
JawaPos.com – Kasus tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Sleman, DIJ, tercatat cukup tinggi. Sepanjang tahun ini, hingga 16 Agustus 2023, setidaknya ada 9.023 orang yang terinfeksi penyakit yang menyerang organ paru-paru tersebut.
Jumlah penderita tersebut merupakan yang terbanyak di DIJ.
Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P3) Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Khamidah Yuliati menyatakan, penderita itu tersebar di berbagai kapanewon di wilayah Sleman.
Dari temuan itu, 1.281 penderita termasuk kategori sensitif terhadap obat (TBso) atau dapat diobati dengan mengonsumsi obat anti-TB. Dinkes juga menemukan 21 penderita yang resistan terhadap obat (TBro) atau virus TBC. Sudah kebal terhadap obat-obatan anti-TB.
’’Adapun untuk kasus kematian akibat TB, belum ada catatan,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Jogja kemarin (16/8).
Perempuan yang akrab disapa Yuli itu mengakui, dinkes masih menemui sejumlah kendala dalam upaya penanggulangan TBC. Salah satunya, sulitnya pengobatan terhadap penderita. Mayoritas penderita malu. Mereka tidak mau mengaku ketika tengah menderita TBC.
Untuk menangani hal tersebut, dia menyatakan, Pemkab Sleman sudah memiliki program Sikat TB (Sleman Sigap Kendali dan Atasi Tuberkulosis). Program tersebut berjalan sejak 2022. Lewat program itu, pemkab mengajak berbagai pihak untuk bersinergi dan bergerak bersama dalam percepatan eliminasi TBC.
’’Kami ajak kerja sama berbagai sektor OPD dan komunitas peduli TB,’’ ungkapnya.
Sebelumnya, Kepala Dinkes Sleman Cahya Purnama menyampaikan beberapa gejala TBC yang perlu diwaspadai masyarakat. Di antaranya, batuk berkepanjangan selama dua hingga tiga minggu. Batuk tersebut disertai dahak dan darah. Penderita juga mengalami penurunan berat badan tanpa diet dan berkeringat saat malam.
Dia mengimbau, apabila merasakan gejala tersebut, masyarakat bisa mendatangi puskesmas terdekat. Dengan demikian, mereka segera bisa tertangani tenaga medis.
Sebagai upaya jemput bola, Dinkes Sleman bekerja sama dengan Zero TB Jogjakarta untuk melakukan mobile screening TBC. ’’Saya berharap, dari program Zero TB itu, kalau nanti terdeteksi ada gejala TB, warga harus langsung berobat selama 6 bulan.
Perawatan harus tuntas. Setelah selesai, nanti tidak menularkan virus. Juga, patuh minum obat. Sebab, kalau tidak patuh, akan terjadi kebal obat,’’ tegasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
