
Rumah warga Desa Lembantongoa Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, rusak akibat gempa magnitudo 5,3, pada Minggu (6/8).
JawaPos.com–Warga Desa Lembantongoa, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, hingga Pukul 19.00 wita mengungsi di lapangan terbuka pasca gempa bermagnitudo 5,3. Itu sebagai bentuk kewaspadaan terhadap gempa susulan.
”Situasi terkini, warga berada di pelataran rumah masing-masing dan ada juga yang mendirikan tenda pengungsian di lapangan sepak bola,” kata Kepala Desa Lembantongoa Arman seperti dilansir dari Antara, Minggu (6/8).
Dia menjelaskan, saat ini kondisi di Lembantongoa terjadi pemadaman listrik, dan warga mengutamakan anak-anak dan masyarakat lanjut usia (lansia) diungsikan ke tenda pengungsian.
Dilaporkan, jalur penghubung antar desa di kilometer 4 Desa Lembantongoa terputus akibat dampak guncangan gempa. Selain itu, dari pendataan dampak yang dilakukan kepala desa setempat sekitar 28 rumah rusak dan sembilan rumah mengalami rusak berat.
”Tidak menutup kemungkinan masih ada rumah warga yang rusak, karena hingga malam ini, guncangan masih dirasakan warga,” ujar Arman.
Menurut hasil pemantauan dilakukan BMKG gempa susulan di Sigi hingga malam ini (6/8) terjadi 25 kali gempa susulan dengan magnitudo bervariasi.
”Gempa susulan yang kuat dirasakan hingga petang ini magnitudo 5,3, kemudian 4,8, dan 2,4, pada Pukul 19.17 wita,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Geofisika kelas I Palu Hendrik Leopatty.
BMKG juga mencatat gempa terjadi di Kabupaten Parigi Moutong magnitudo 5,2 pada Minggu (6/8)) berpusat di Torue, Kecamatan Torue, dengan episentrum gempa dangkal kedalaman 10 kilometer.
BMKG mengimbau warga tetap waspada dan sebelum kembali ke dalam rumah pastikan bangunan tidak mengalami retak.
”Tetap waspada terhadap gempa susulan. Masyarakat jangan terpengaruh dengan isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Kami selalu memperbarui informasi mengenai gempa, sebaiknya peroleh informasi dari BMKG atau pemerintah daerah (pemda) setempat,” kata Hendrik Leopatty.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sulawesi Tengah menyebutkan, sekurangnya 13 unit rumah warga rusak akibat gempa itu. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Sulteng Andy A. Sembiring mengatakan, saat ini masih melakukan koordinasi dengan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Sigi untuk melakukan asesmen terkait situasi di lokasi terdampak.
Saat ini warga memilih bertahan di luar rumah karena waspada dengan gempa susulan. Kebutuhan mendesak bagi warga terdampak yakni kebutuhan logistik, tenda, dan obat-obatan.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Laga Hidup-Mati, Siapa Bertahan dari Jurang Eliminasi?
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Skor Argentina vs Austria di Piala Dunia 2026: Menantikan Sihir Lionel Messi Hadapi Das Team
Prediksi Skor Prancis vs Irak di Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe Siap Mengamuk Kalahkan Singa Mesopotamia
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
