Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 27 Juli 2023 | 19.14 WIB

Roadshow ke Madura, PAN Jatim Bawa Misi Kebangsaan

DPW PAN Jawa Timur roadshow pemenangan Pemilu 2024 ke empat kabupaten di Pulau Madura. - Image

DPW PAN Jawa Timur roadshow pemenangan Pemilu 2024 ke empat kabupaten di Pulau Madura.

JawaPos.com–DPW PAN Jawa Timur kembali menggelar roadshow pemenangan Pemilu 2024. Di putaran ke-4, yang berlangsung 21 hingga 24 Juli, roadshow mengunjungi empat kabupaten di Pulau Madura. Selain konsolidasi internal, PAN Jatim juga membawa misi kebangsaan dengan menemui sejumlah tokoh dan ulama.

”Ini adalah roadshow putaran keempat. Kami mengecek kesiapan seluruh DPD PAN di Madura pasca pendaftaran bacaleg, sekaligus memberikan motivasi, menyamakan cara kerja di lapangan supaya kita bisa satu kata satu hati menggapai mimpi mewujudkan Jatim Basis PAN,” jelas Ketua DPW PAN Jawa Timur Ahmad Rizki Sadig.

Selama roadshow di Madura, Rizki didampingi beberapa kader PAN asal Pulau Garam. Di antaranya Ketua Harian DPW PAN Jatim Achmad Rubaie, Wakil Ketua DPW PAN Jatim Malik Effendy, dan anggota Fraksi PAN DPR dari Dapil Madura Slamet Ariyadi.

Seperti tiga putaran roadshow sebelumnya, selain melakukan konsolidasi partai, jajaran PAN Jatim juga berkunjung ke kepala daerah. Di Pamekasan, rombongan PAN Jatim dijamu Bupati Baddrut Tamam, di Sumenep diterima Bupati Achmad Fauzi.

Selain itu, jajaran PAN Jatim juga bersilaturahmi ke beberapa tokoh agama dan ulama dari dua organisasi Islam terbesar.

Roadshow Jatim Basis PAN yang dimulai sejak awal Juni, total sudah mengunjungi 23 pengurus cabang NU dan pimpinan daerah Muhammadiyah.

Di hadapan bupati, tokoh agama, dan ulama, Rizki Sadig menegaskan kembali tentang wajah dan gaya baru Partai Amanat Nasional. Penampilan baru PAN tersebut didasari pikiran-pikiran dalam menyikapi kondisi kebangsaan saat ini.

”Partai Amanat Nasional, khususnya PAN Jawa Timur sepakat melihat bahwa kondisi kebangsaan akhir-akhir ini sedang tidak baik-baik saja. Potensi adu domba merajalela. Khusus umat Islam, bahkan saling mengkafirkan dan membid’ahkan,” kata Rizki Sadig.

Menurut Rizki, ada beberapa elemen dan organisasi yang mengatasnamakan ulama dan agama berusaha keluar dari fondasi awal berdirinya NKRI. Padahal NU dan Muhammadiyah, dua organisasi yang sejak awal ikut berperan dalam mendirikan NKRI, tetap setia kepada republik yang dipelopori berdirinya itu. 

”NU dan Muhammadiyah sudah lahir sebelum republik ini berdiri. Tonggak berdirinya NKRI berasal dari ulama-ulama di dua organisasi ini. Maka bila ada yang ingin mengganggu NKRI, ini yang harus disikapi bersama,” lanjut Rizki.

Rizki berharap partai yang dipimpinnya bisa terus berkolaborasi dan bergotong royong dalam kebaikan bersama NU dan Muhammadiyah, serta masyarakat luas. Sinergi itu diperlukan dalam membangun bangsa di tengah-tengah upaya-upaya pemecah belah.

”Mudah-mudahan kita bisa bersatu, bersinergi, ber-wata’awanu alal birri wattaqwa. Bisa saling bergotong royong dan menjadikan diri kita sebagai pribadi-pribadi yang bermanfaat. PAN melalui jalur politik, NU dan Muhammadiyah melalui jalur sosial kemasyarakatan,” tutur Rizki.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore