
Ilustrasi kegiatan di kampus UGM.
JawaPos.com–Kabar mengenai mahasiswa KKN (kuliah kerja nyata) Universitas Gadjah Mada (UGM) yang diduga terlibat dalam tindakan tak senonoh menyebar secara viral di media sosial. Kabar tersebut pertama kali diunggah akun Twitter @UGM_FESS pada Minggu malam (2/7) dan segera menjadi perhatian publik. Namun, dalam posting-an tersebut, detail lokasi dan peristiwa tidak dijelaskan secara rinci.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian Masyarakat dan Alumni UGM Arie Sudjito mengonfirmasi bahwa kasus tersebut masih dalam proses investigasi. ”UGM akan memberikan penjelasan resmi terkait peristiwa tersebut setelah mendapatkan informasi yang lebih detail dari Direktur Pengabdian Masyarakat yang mengelola program KKN,” ujar Arie Sudjito.
Kepala Bagian Humas dan Protokol UGM Dina W. Kariodimedjo menyatakan, Direktorat Pengabdian Masyarakat UGM telah cepat bertindak untuk menangani masalah itu. Yakni melakukan investigasi terhadap kasus tersebut dan diharapkan semua pihak dapat menanggapinya dengan bijaksana.
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa UGM Gielbran Muhammad Noor menyebut, pihak UGM telah turun tangan untuk menyelidiki permasalahan tersebut. Meskipun kronologi lengkap belum diketahui, kasus tersebut masuk dalam ranah etis dan berada di bawah kewenangan DPKM UGM.
Menurut Kepala Desa Pucungroto Eddy Widodo, yang merupakan lokasi KKN tersebut, mahasiswa KKN UGM memang melakukan pengabdian masyarakat di desanya. Tetapi tidak terlibat dalam tindakan tak senonoh seperti yang beredar di media sosial.
”Kejadian sebenarnya adalah dua mahasiswa tersebut sedang duduk di ruang tamu rumahnya. Namun, informasi yang menyebar di media sosial sangat berbeda dari kenyataan yang terjadi,” ucap Eddy.
Direktur Pengabdian Masyarakat UGM Rustamaji menyatakan, kejadian di rumah kepala desaitu tidak seheboh yang diunggah di media sosial. UGM telah berkomunikasi dengan kepala desa dan mahasiswa KKN terkait untuk mengatasi peristiwa tersebut. Investigasi masih berlangsung dan UGM berusaha mencari tahu perspektif semua pihak terkait insiden tersebut.
”DPM UGM juga akan berbicara dengan mahasiswa lain yang melakukan KKN untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai kasus ini,” terang Rustamaji.
Dia menegaskan, keputusan apakah kasus tersebut termasuk pelecehan atau tidak akan ditentukan setelah penyelidikan selesai. UGM, lanjut dia, telah menyampaikan permohonan maaf kepada kepala desa dan masyarakat di Desa Pucungroto atas peristiwa yang dilakukan dua mahasiswa tersebut.
Kabar mengenai mahasiswa KKN UGM yang diduga terlibat dalam tindakan tak senonoh menyebar secara viral di media sosial. Kabar tersebut pertama kali diunggah akun Twitter @UGM_FESS pada Minggu malam (2/7) dan segera menjadi perhatian publik. Namun, dalam posting-an tersebut, detail lokasi dan peristiwa tidak dijelaskan secara rinci.

Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Haiti: Danilo Ingin Selecao Kuasai Permainan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Jadwal Moto3 Ceko 2026! Veda Ega Pratama P14 dan Langsung Lolos Q2
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
