
BANGUNAN BARU: Meski fisik Jembatan Kepet yang lama sudah tidak ada, cerita mistisnya masih tersisa.
Meski pembantaian di Jembatan Kepet, Tuban, berlangsung puluhan tahun lalu, sisanya masih ada. Tidak hanya berupa monumen di samping jembatan yang mengarah ke Kota Tuban tersebut, tapi juga cerita misteri tentang istana dan ular besar yang mendadak muncul.
---
SECARA fisik, Jembatan Kepet sama dengan jembatan lain. Konstruksinya pun dibuat kembar dengan tiang besi baja. Jembatan Kepet berada di jalan nasional. Persisnya di Dusun Kepet, Desa Tunan, Kecamatan Semanding, Tuban. Lokasinya juga dekat dengan permukiman warga.
Dulu, bekas peluru tentara Belanda masih terlihat di beberapa besi baja jembatan. Peluru tersebut ditembakkan tentara Belanda saat malam. ’’Dulu pas pembangunan juga ditemukan senjata Belanda di bawah jembatan,’’ kata Sukirno, warga setempat.
Rumah Sukirno hanya berjarak sekitar 5 meter dari jembatan. Hampir setiap tahun ada kecelakaan. Meski, jumlahnya menurun dibandingkan dulu. Tapi, setidaknya setiap tahun pasti ada korban yang meninggal. Cerita yang didapat warga juga beragam. Tak hanya sopir mengantuk atau kurang konsentrasi yang menjadi pemicu kecelakaan. Banyak juga yang disebabkan unsur gaib.
Sukirno menceritakan, pengendara yang akan melintasi jembatan sering tiba-tiba berhenti. Mereka bertanya ke warga sekitar tentang istana kerajaan di sekitar jembatan. Padahal, di sana tidak ada apa-apa, hanya sawah dan pohon bambu. ’’Saya akhirnya bilang ’Sudah, Mas, istirahat dulu’,’’ ucapnya.
Kejadian itu tak hanya sekali. Terutama kendaraan yang menuju Kota Tuban. Keberadaan ular besar juga sering diungkapkan pengendara. Menurut Sukirno, banyak yang bercerita ada ular besar melintasi jembatan. Pengendara pun harus berhenti menunggu ular itu lewat.
Banyak hal mistis yang sering terjadi di Jembatan Kepet. Termasuk sosok perempuan yang mirip Nyi Blorong. Pada waktu tertentu, sosok tersebut menampakkan diri. Sebagian besar penampakan atau hal mistis itu dialami pengendara luar Tuban. Karena itu, bagi yang tahu, mereka akan membunyikan klakson saat melintas.
Cerita lain, pernah ada angkot yang dicegat seorang perempuan. Sopir pun berhenti dan mengangkut sosok tersebut. Entah bagaimana, setelah beberapa kilometer, penumpang itu hilang begitu saja. ’’Kalau ditanya, cerita mistisnya di sini banyak,’’ ujar Sukirno.
Penulis buku Pagi Berdarah Kali Kepet Edi Eka Setiawan mengatakan, pembantaian di Kepet berlangsung pada 20 April 1949 pagi. Anggota pasukan Combat dan tokoh Dusun Kepet menyerbu pos Belanda yang berada di sekitar jembatan. Tidak secara frontal. Pasukan tersebut menyamar.
Di rumah Kyai Adenan, tokoh masyarakat Dusun Kepet, rombongan pasukan Combat berbaris layaknya warga sekitar yang menjadi kuli. Barisan depan dipimpin Mbah Badroen dan Kyai Ja’far. Keduanya memang disuruh Belanda mencari kuli. Mbah Badroen menyamar sebagai carik. Tapi, sebetulnya dia adalah anggota pasukan Combat.
Mereka membawa cangkul, caluk (senjata khas Tuban, Red), serta beberapa pistol yang dimasukkan ke baju. Rombongan berjalan ke pos Belanda. Saat tentara Belanda lengah, mereka langsung menyerang. Lima tentara Belanda dan satu wanita pribumi tewas. ’’Wanita itu terbunuh karena situasi panik,’’ ucap Edi, Jumat (23/6) siang.
Melihat tentaranya terbunuh, Belanda marah. Besoknya mereka menyerang Belanda dengan memberondong senjata ke permukiman. Banyak warga yang meninggal. Hanya, anggota pasukan Combat seperti Mbah Badroen berhasil melarikan diri sebelum tentara Belanda tiba di lokasi untuk balas dendam.
Edi mengatakan, banyak korban yang berjatuhan dan tidak semuanya teridentifikasi. Sebagian besar di antara mereka dikebumikan di makam yang berada di dekat lokasi.
Edi berpendapat, kecelakaan di lokasi tersebut dipicu banyak faktor. Selain kondisi jalan yang menanjak, peristiwa berdarah di masa lalu ikut berperan. Terlepas banyaknya cerita misteri, kata Edi, semua kembali ke pribadi masing-masing. Namun, tidak ada salahnya untuk selalu berdoa ketika melintasi lokasi tersebut. (omy/c7/any)

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
